Abstract
Kegagalan dalam suatu komponen pada sistem pelumas akan berdampak pada pengoperasian maka diperlukan kajian untuk mengatasi kegagalan dari setiap komponennya dan perawatan komponen berdasarkan tingkat resiko. Pembuatan analisis perawatan berbasis risiko dengan metode FMEA memiliki beberapa langkah yang menggambarkan identifikasi dan evaluasi dari sistem, proses serta perawatan untuk menentukan strategi perawatan hasil dari metode tersebut. Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) merupakan salah satu metode mengevaluasi risiko pada sistem. FMEA dapat mengevaluasi dan menganalisis komponen pada sistem sehingga dapat meminimalkan risiko atau efek dari suatu tingkat kegagalan sebagai metode pendukung penilaian performansi pada suatu sistem. Penggunaan metode FMEA selain di mesin industri banyak digunakan juga untuk menganalisis perencanaan perawatan preventif pada mesin dikapal. Hasilnya metode FMEA dapat mengidentifikasi prioritas dari komponen stainer penjadi paling tinggi nilai RPN (Risk Priority Number) dibandingkan komponen lainnya. Kajian ini untuk mengetahui kegagalan setiap komponen sistem pelumas di mesin diesel dan memilih jenis perawatan yang tepat untuk komponen. Manfaat mengetahui kegagalan dan perawatan koponen sistem pelumas akan memberikan keuntungan kepada pihak kapal dalam hal maintenance.
Cite
CITATION STYLE
Al Hakiki, S. H., & Dwisetiono, D. (2021). Analisa Sistem Pelumas Menggunakan Metode FMEA Guna Mengetahui Kegagalan Sistem. Zona Laut Jurnal Inovasi Sains Dan Teknologi Kelautan, 99–105. https://doi.org/10.62012/zl.v2i3.18594
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.