Abstract
Hyang merupakan tabuh kreasi inovatif yang terinspirasi dari parhyangan salah satu dari konsep Tri Hita Karana sebagai kearifan lokal (lokal genius) yang terdapat dalam masyarakat Bali. Karya ini dibuat dengan masih menggunakan pola-pola tradisi, dan juga melakukan pengembangan sesuai dengan unsur musikal tafsiran penata. Media ungkap yang dipergunakan dalam karya ini adalah gamelan Semaradana dengan penambahan dua tungguh pemade Gong Gede Saih Pitu. Dalam mewujudkan karya ini, dipergunakan metode penciptaan yang ditawarkan oleh Alma M. Hawkins dalam bukunya Creating Thriught Dance (1064), bahwa penataan suatu karya seni itu ditempuh melalui tiga tahapan, yaitu Exploration (eksplorasi), Improvisation (improvisasi) dan Forming (pembentukan). Buku ini diterjemahkan oleh Y. Sumandiyo Hadi ke dalam bukunya yang berjudul “Mencipta Lewat Tari”. Karya ini Menggunakan struktur Tri Angga yang terdiri dari pengawit, pengawak, pengecet. Dimana karya ini terinspirasi dari kehidupan masyarakat bali yang kesehariannya beryadnya dalam konteks hubungannya dengan tuhan. Karya ini disajikan oleh 19 orang penabuh dengan durasi keseluruhan 11 menit.
Cite
CITATION STYLE
Wijaya, I. K. A. A. (2023). Music Creations Hyang | Tabuh Kreasi Hyang. GHURNITA: Jurnal Seni Karawitan, 3(2), 222–228. https://doi.org/10.59997/jurnalsenikarawitan.v3i2.2146
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.