Strategi Mempertahankan Eksistensi Pelabuhan Sunda Kelapa Sebagai Heritage Bangsa Dan Cagar Budaya Indonesia

  • Nasution H
  • Warsono
  • Bambang Ristianto
N/ACitations
Citations of this article
32Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi oleh keinginan memberikan sumbangan pemikiran di bidang maritim. Pemilihan Pelabuhan Sunda Kelapa sebagai objek dan lokus  penelitian dikarenakan Pelabuhan Sunda kelapa sebagai pelabuhan rakyat  yang berlokasi di DKI  Jakarta. Cagar budaya yang berusia tua merupakan bukti sejarah Indonesia  karena pernah jaya pada masanya yaitu pada  abad ke 5.  Stasiun Beos dan Taman Fatahilah  sudah  selesai  di revitalisasi sehingga layak menjadi destinasi wisata sedangkan Pelabuhan Sunda Kelapa belum di revitalisasi.  Walaupun belum layak jadi destinasi wisata namun wisatawan tetap berkunjung kesana.  Sebelum revitalisasi terlaksana, seharusnya pelabuhan rakyat tersebut tetap tertata dengan rapi dengan kapal-kapal tradisionalnya, tertib, aman, bersih, dan indah. Oleh karenanya wajib segera di revitalisasi dan  akan berhasil apabila dilaksanakan dengan strategi-strategi yang terencana berdasarkan masterplan. Syahbandar selaku kordinator di kawasan pelabuhan harus mengkoordinasikannya dengan PEMDA DKI Jakarta, KSOP/ Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan PT. Pelindo, antara lain dengan membuat strategi khusus untuk  jangka pendek dengan penegakan hukum, membuat zonasi dan  master plann disamping strategi umum jangka panjang.

Cite

CITATION STYLE

APA

Nasution, H., Warsono, & Bambang Ristianto. (2019). Strategi Mempertahankan Eksistensi Pelabuhan Sunda Kelapa Sebagai Heritage Bangsa Dan Cagar Budaya Indonesia. Meteor STIP Marunda, 12(1), 82–88. https://doi.org/10.36101/msm.v12i1.65

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free