Estetika Tari Lancang Kocik Suku Sakai di Pematang Pudu, Bengkalis, Riau: Perspektif Budaya dan Tradisi

  • Hariyani F
  • Irdawati I
  • Surherni S
N/ACitations
Citations of this article
11Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan estetika pertunjukan Tari Lancang Kocik yang merupakan warisan budaya masyarakat Suku Sakai di Kelurahan Pematang Pudu, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis untuk menggambarkan dan menganalisis bentuk, gerakan, serta nilai-nilai yang terkandung dalam tarian tersebut. Landasan teoretis yang digunakan meliputi teori estetika oleh Jacob Sumardjo dan Deni Junaedi serta teori bentuk oleh Y. Sumandiyo Hadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Lancang Kocik terinspirasi dari kehidupan sehari-hari masyarakat Sakai yang menggunakan perahu sebagai media berburu ikan dan alat transportasi untuk pindah tempat tinggal. Estetika tari ini diungkapkan melalui tiga elemen dasar: objek estetis, subjek estetis, dan nilai estetis, yang tercermin dalam gerak, musik, kostum, dan properti tari. Nilai estetis ini juga mencerminkan hubungan erat masyarakat dengan lingkungan alam sekitar. Tari ini menjadi simbol identitas budaya yang masih dipertahankan hingga kini

Cite

CITATION STYLE

APA

Hariyani, F., Irdawati, I., & Surherni, S. (2023). Estetika Tari Lancang Kocik Suku Sakai di Pematang Pudu, Bengkalis, Riau: Perspektif Budaya dan Tradisi. Bercadik: Jurnal Pengkajian Dan Penciptaan Seni, 7(1), 1. https://doi.org/10.26887/bcdk.v7i1.4758

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free