Abstract
Permasalahan yang dihadapi para guru bahasa Jawa yang tergabung dalam MGMP kabupaten Wonosobo adalah disorientasi kedudukan sastra Jawa di antara aliran-aliran sastra dunia yang ditulis dalam bahasa Inggris. Disorientasi ini menyebabkan secara tidak langsung timbulnya inferioritas pada para pegiat sastra Jawa di mana para guru bahasa Jawa terlibat langsung di dalamnya. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat kepada mitra pengabdian adalah memberi penyuluhan mengenai kedudukan sastra Jawa modern yang bisa didapatkan dalam buku kumpulan cerkak Lintang Kemukus Gagat Rahina karya Ki Sudadi di tengah-tengah aliran sastra dunia yang ditulis dalam Bahasa Inggris. Metode yang digunakan untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi mitra adalah dengan studi komparasi antara sastra Inggris dengan sastra Jawa dan hasil komparasi disampaikan kepada mitra pada forum diskusi. Sastra Inggris diwakili oleh karya sastra yang ada dalam buku Short Stories for Students, sedangkan sastra Jawa diwakili oleh karya sastra yang ada dalam buku Lintang Kemukus Gagat Rahina, Hasil dari kegiatan yang diperoleh adalah tersosialisasinya hasil studi komparasi, yaitu adanya kesamaan pada beberapa karya sastra Jawa dengan karya sastra Inggris, yaitu pada aliran yang disebut Kafkaesque. Peserta MGMP yang adalah guru Bahasa Jawa mendapatkan pemahaman baru bahwa sastra Jawa modern adalah bagian tidak terpisahkan dari sastra dunia. Dengan demikian perasaan inferioritas dari para guru yang berasal dari disorientasi dapat teratasi.
Cite
CITATION STYLE
Setiyono, J., Rochimansyah, R., & Johan, A. N. (2023). Menguak Khazanah Sastra Inggris dalam Sastra Jawa Modern Pada Acara Bedah Buku Lintang Kemukus Gagat Rahina. Surya Abdimas, 7(4), 741–747. https://doi.org/10.37729/abdimas.v7i4.3299
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.