MAKNA LALAI SHOLAT TAFSIR SURAT AL-MA’UN AYAT 4-5

  • Muhtarom A
N/ACitations
Citations of this article
24Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Sholat dalam islam menempati kedudukan yang sangat tinggi sehingga tidak dapat di tandingi oleh ibadah yang lainnya. Disamping itu sholat merupakan perintah yang di utamakan, merupakan kewajiban yang harus di tunaikan, dan sangat di utamakan. Namun pada kenyataannya tidak sedikit umat islam yang telah melaksanakan sholat masih berlaku “amoral” kejahatan, seperti kebanyakan para koruptor di Indonesia yang berasal dari umat islam. penafsiran terhadap surat Al ma’un ayat 4-5 tentang makna lalai “sahun” dapat diartikan sangat luas. Untuk lebih mempersempit penjelasan penulis melakukan studi perbandingan tafsir antara Quraish Syihab dan sayyid Quthub yang berbeda tentang makna lalai dalam sholat. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (Library research) dengan menggunakan metode penyajian secara komparasi (perbandingan). Dengan tujuan tersebut data primer yang digunakan berasal dari dua mufassir dan data sekunder berasal dari buku-buku lain yang releven dengan penelitian ini, sementara analisa menggunakan contect analisa. Penjelasan skripsi ini mengacu pada penelitian surat Al-Ma’un ayat 4-5 studi analisis tafsir al-Misbah karya Muhammad Quraish Shihab dan tafsir Fi Dzilal Qur’ab karya Sayyid Quthub.Dengan mengkomparasikan penafsiran kedua mufassir tersebut. Penafsiran yang di teliti menjelaskan seseorang yang melaksanakan sholat akan tetapi mereka tidak benar-benar melakukannya

Cite

CITATION STYLE

APA

Muhtarom, A. (2023). MAKNA LALAI SHOLAT TAFSIR SURAT AL-MA’UN AYAT 4-5. Ushuly: Jurnal Ilmu Ushuluddin, 2(1), 27–33. https://doi.org/10.52431/ushuly.v2i1.532

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free