Abstract
Karet merupakan salah satu sumber daya alam hayati yang sangat potensial dan berlimpah di Indonesia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kandungan senyawa yang terdapat dalam karet setelah dilakukan koagulasi dengan cara termal koagulan. Termal koagulan yang digunakan ada 2 (dua) metode, metode tradisional menggunakan kayu bakar dan modern menggunakan metode modern (oven dilaboratorium). Variasi berat lateks yang digunakan 0,5 kg, 0,75 kg, 1 kg, 1,25 kg, dan 1,5 kg. Kemudian hasil termal koagulan dilakukan uji Fourier Transform Infrared (FTIR) untuk melihat kandungan senyawa yang terdapat di dalam karet. Hasil uji FTIR pada termal koagulan tradisional pada api besar dan sedang serta termal koagulan modern pada oven menunjukkan gugus fungsi khas dari karet yaitu adanya ikatan karbon C-H, C=C dan C-C.
Cite
CITATION STYLE
Achmad, F., Simbolon, Y. M., Sinaga, K. Y., Az-Zahra, S., Yuniarti, R., & Bindar, Y. (2025). Perbedaan struktur molekul karet alam dengan proses termal koagulan berdasarkan analisis FTIR. Jurnal Rekayasa Proses, 19(1), 12–24. https://doi.org/10.22146/jrekpros.11875
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.