Abstract
Perkembangan pesat dalam ilmu hayati dan bioteknologi modern telah memunculkan berbagai dilema etika yang kompleks, mendorong lahirnya disiplin ilmu bioetika. Bioetika merupakan studi interdisipliner yang mengintegrasikan pengetahuan biologi dengan sistem nilai manusia, bertujuan untuk menjaga kelangsungan dan kesempurnaan peradaban manusia.1 Dalam konteks masyarakat Muslim, pengambilan keputusan etis harus selaras dengan panduan ilahi dan prinsip-prinsip Islam yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi bioetika dari perspektif Islam, dengan fokus pada peran teologi dalam isu-isu biologi reproduksi dan genetika. Metode yang digunakan adalah kajian literatur komprehensif dengan analisis deskriptif dan tematik terhadap sumber-sumber Islam dan bioetika kontemporer. Temuan utama menunjukkan bahwa prinsip-prinsip etika Islam, seperti Maqāṣid al-Sharī‘ah (tujuan syariah), Fitrah (naluri asal), dan Khilāfah (kekhalifahan), memberikan kerangka kerja yang kokoh untuk mengevaluasi intervensi bioteknologi. Meskipun terdapat konsensus luas mengenai kebolehan beberapa teknologi reproduksi seperti IVF dengan syarat ketat, isu-isu seperti surrogacy dan kloning manusia menunjukkan perbedaan pandangan yang signifikan antarmazhab dalam Islam, terutama antara Sunni dan Syiah, yang mencerminkan dinamika interpretasi dan aplikasi ijtihad serta prinsip maslahah. Analisis ini menggarisbawahi pentingnya dialog berkelanjutan antara ilmuwan dan ulama untuk mengembangkan pedoman etika yang relevan dan praktis, memastikan kemajuan ilmiah sejalan dengan nilai-nilai Islam.
Cite
CITATION STYLE
Najimatul Ilmiyah. (2025). Implikasi Bioetika Dalam Perspektif Islam: Analisis Literatur Tentang Peran Teologi Dalam Isu Biologi Reproduksi Dan Genetika. Interdisciplinary Explorations in Research Journal, 3(2), 506–523. https://doi.org/10.62976/ierj.v3i2.1183
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.