Abstract
Penelitian ini berusaha memahami hubungan antara faktor daya saing destinasi (seperti citra destinasi, kualitas layanan, kepuasan) dan niat perilaku. Beberapa penelitian serupa telah dilakukan dengan melihat dari perspektif wisatawan. Metode kualitatif dan kuantitatif (Mix method) digunakan untuk menguji model konseptual. Dua belas narasumber dan 400 kuesioner (wisatawan internasional dan domestik) digunakan dalam penelitian ini dengan teknik purposive sampling. Teknik pemodelan persamaan struktural (SEM) diterapkan untuk mengidentifikasi, mengevaluasi dan mengembangkan dimensi dan menguji hubungan antara dimensi ini secara bersamaan. Model akhir menunjukkan bahwa kualitas pelayanan memiliki hubungan yang signifikan dengan kepuasan namun terdapat hubungan yang tidak signifikan pada niat perilaku. Selain itu, penelitian ini memberikan wawasan baru, menunjukkan bahwa citra destinasi dan faktor kualitas layanan mempengaruhi daya saing destinasi melalui mediasi kepuasan wisatawan. Hal ini menunjukkan pentingnya citra destinasi dan kualitas layanan untuk mengukur daya saing. Model sekarang ini akan berguna sebagai panduan untuk penelitian selanjutnya untuk menganalisis lebih mendalam mengenai daya saing destinasi dalam konteks pariwisata sejarah. Memahami faktor daya saing destinasi akan membantu pelaku industry pariwisata memprediksi perilaku wisatawan dan mengembangkan strategi yang efektif agar dapat bersaing dengan destinasi lain.
Cite
CITATION STYLE
Pangestuti, E. (2017). ANALISIS DAYA SAING DENGAN MENGGUNAKAN DESTINATION COMPETITIVENESS MODEL (Studi pada Heritage Tourism di Jawa). Profit, 11(01), 41–51. https://doi.org/10.21776/ub.profit.2017.011.01.5
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.