Pemberian Edukasi Pencegahan Kehamilan Dini Pada Posyandu Remaja

  • Wahyuni I
  • Fauzia Laili
  • Galuh Pradian Yanuaringsih
N/ACitations
Citations of this article
13Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Survei Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia tahun 2021 menunjukkan bahwa Angka Kehamilan Remaja (AKR) usia 15-19 tahun mencapai 48 per 1.000 kehamilan. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menemukan bahwa kehamilan pada usia kurang dari 15 tahun terutama terjadi di pedesaan dengan proporsi 0,12% dan proporsi kehamilan di usia 15-19 tahun adalah sebesar 2,81%. Rancangan desain pengabdian masyarakat yang digunakan adalah desain analitik korelasional. Populasi dalam pengabdian masyarakat ini adalah seluruh remaja putri dalam posyandu remaja berjumlah 67 remaja putri di Posyandu Remaja Sukorame, Kota Kediri. Instrumen yang digunakan dalam pengabdian masyarakat adalah satuan lembar pengumpul data yang berupa kuesioner. Hasil pengabdian masyarakat dianalisa menggunakan uji spearman rank. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa setelah dilakukan pemberian edukasi mengenai pencegahan kehamilan dini mayoritas remaja memiliki pengetahuan yang baik tentang pencegahan kehamilan remaja, dan lainnya memiliki tingkat pengetahuan yang cukup dan kurang. Mayoritas remaja memiliki sikap yang baik terhadap kehamilan remaja walaupun selisih antara responden yang memiliki sikap baik dan kurang tidak terlalu signifikan. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang kehamilan remaja dengan pencegahan kehamilan pada remaja. Ikut serta peran bidan dalam memberikan informasi yang bermanfaat untuk program kesehatan remaja yang telah ada dengan memperdalam materi tentang kesehatan reproduksi remaja dan mengikutsertakan peran orang tua dalam kegiatan tersebut melihat bahwa pengetahuan dan peran orang tua behubungan dengan kejadian kehamilan remajaA survey by Badan Pusat Statistik (BPS) in 2021 shows that the Angka Kehamilan Remaja (AKR) aged 15-19 years reached 48 per 1,000 pregnancies. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) in 2018, it was found that pregnancies under the age of 15 years mainly occurred in rural areas with a proportion of 0.12% and the proportion of pregnancies at the age of 15-19 years was 2.81%. The community service design used is a correlational analytical design. The population in this community service is all young women in the youth posyandu totaling 67 young women at the Sukorame Posyandu Remaja, Kediri City. The instrument used in community service is a data collection unit in the form of a questionnaire. The results of community service were analyzed using the spearman rank test. The results of community service showed that after providing education on early pregnancy prevention, the majority of adolescents had good knowledge about adolescent pregnancy prevention, and others had sufficient and insufficient levels of knowledge. The majority of adolescents have a good attitude towards teenage pregnancy although the difference between respondents who have a good attitude and who is less is not very significant. There is a significant relationship between knowledge of teenage pregnancy and prevention of teenage pregnancy. Participate in the role of midwives in providing useful information for existing adolescent health programs by deepening material on adolescent reproductive health and including the role of parents in these activities seeing that the knowledge and role of parents are related to the incidence of adolescent pregnancy

Cite

CITATION STYLE

APA

Wahyuni, I. T., Fauzia Laili, & Galuh Pradian Yanuaringsih. (2025). Pemberian Edukasi Pencegahan Kehamilan Dini Pada Posyandu Remaja. Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan, 4(1), 86–91. https://doi.org/10.36049/genitri.v4i1.375

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free