DAMPAK UJARAN KEBENCIAN DI MEDIA SOSIAL PADA PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA PADA WARGA KEPUNDUHAN

  • Subekti R
  • Anismaditya P
N/ACitations
Citations of this article
87Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Masyarakat perlu mengetahui apa itu berita hoax untuk mencegah atau mengurangi dampak negatif dari berita hoax tersebut, serta bersikap lebih bijaksana dalam menanggapi perkembangan teknologi informasi dan menelaah kebenaran dari informasi sebelum dibagikan ke orang lain. Cepatnya penyebaran informasi tetap perlu disikapi dengan tenang dan jernih. Masyarakat harus lambat dalam mempercayai informasi yang diperoleh dengan memastikan kembali ke beberapa sumber yang terpercaya. Adanya “Sosialisasi Anti Hoaks” ini bertujuan untuk mengenalkan kepada warga Desa Kepunduhan Kecamatan Kramat Kabupaten Tegal. Memberikan sosialisasi kepada warga Desa Kepunduhan Kecamatan Kramat Kabupaten Tegal akan pentingnya mengakses berita. Untuk solusinya sendiri masyarakat tentu harus menyaring berita terlebih dahulu tidak langsung mensharringnya. Tentu jika hal demikian bisa dilakukan akan sedikit mengurangi berita hoaks dimedia sosisal seperti facebook. Twitter, Instagram, Whatshap, dan media sosial lainnya. Dan diharapkan masyarakat harus sedikit pandai menilai mana yang berita hoaks bohongan alias rekayasa dan mana yang real nyata kebenarannya.

Cite

CITATION STYLE

APA

Subekti, R., & Anismaditya, P. (2020). DAMPAK UJARAN KEBENCIAN DI MEDIA SOSIAL PADA PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA PADA WARGA KEPUNDUHAN. Jurnal Ilmiah SEMANTIKA, 2(01). https://doi.org/10.46772/semantika.v2i01.263

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free