Abstract
Infeksi Mycobacterium tuberculosa (Tb) pada anak dengan Human Immunodeficiency Virus (HIV) mempunyai risiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan anak tanpa infeksi HIV. Pemeriksaan lateral flow urine lipoarabinomannan assay (LF-LAM) untuk mendeteksi Tb pada pasien dengan HIV sudah banyak digunakan pada pasien dewasa. Bayi berusia 5 bulan dengan terinfeksi HIV. Ibu pasien mengaku bahwa pasien mengeluhkan batuk berdahak dengan konsistensi kental dan berwarna putih disertai sesak dan demam yang hilang timbul sejak 1 bulan. Sebelum merasakan keluhan, pasien rutin mengkonsumsi Zidovudine, Lamivudine dan Dolutegravir. Pada pemeriksaan antropometri didapatkan underweight, severely stunted dan gizi buruk tipe marasmik dengan berat badan 4 kg dan panjang badan 59 cm. Tanda-tanda vital menunjukkan respiratoryrate sebesar 64x/menit, SpO2 96% dengan oksigen nasal kanul 2 liter/menit. Pada pemeriksaan fisik didapatkan retraksi subcostal dan rhonki pada kedua lapang paru. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan anemia ringan dan peningkatanmarker inflamasi yaitu Laju Enap Darah (LED). Pemeriksaan deteksi infeksi Tb dengan Tes Cepat Molekuler (TCM) sputum didapatkan hasil negatif, pemeriksaan LF-LAM melalui sampel urin dan didapatkan hasil positif Tb. Beberapa hipotesismenjelaskan bahwa LAM dilepaskan oleh mikroorganisme dari sirkulasi sistemik (nonrenal) ke dalam sirkulasi, kemudian akan berikatan dengan antibodi anti-LAM membentuk kompleks imun dan dikeluarkan melalui urin. Hipotesis keduamenyatakan bahwa M.Tb melepaskan molekul LAM bebas ke dalam kompartemen sistemik melalui sirkulasi, namun molekul ini tidak terikat oleh antibodi. Hal inilah yang menjadi kelebihan LAM sehingga tidak dipengaruhi oleh kondisiimmunocompromised atau imunosupresi pasien misalnya pada Koinfeksi dengan HIV. LAM kemudian disekresikan melalui urin oleh ginjal normal. Meskipun tidak ada M.Tb yang teridentifikasi melalui pemeriksaan sputum, hasil LAM urin ini tetapdidapatkan hasil positif. Hipotesis ke-tiga, LAM langsung dikeluarkan ke dalam urin oleh organisme M.Tb jika terdapat Infeksi langsung M.Tb pada ginjal sehingga akan memberikan hasil tes LAM positif di Urin. Pemeriksaan LF-LAM dapatmenjadi alternatif pemeriksaan penunjang untuk penegakan diagnosis Tb pada anak dengan infeksi HIV.Kata kunci: Lipoarabinomannan, LAM, LF-LAM, HIV, Tuberculosis
Cite
CITATION STYLE
Saputra, O., & Saragih, R. T. X. (2023). Peranan Lateral Flow Urine Lipoarabinomannan Assay (LF-LAM) Sebagai Alternatif Pemeriksaan Tuberculosis Pada Anak Dengan Infeksi HIV: Studi Kasus. Jurnal Kedokteran Universitas Lampung, 7(2), 100–104. https://doi.org/10.23960/jkunila.v7i2.pp100-104
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.