Abstract
Fraktur femur merupakan cedera traumatis serius yang memerlukan proses penyembuhan optimal. Penggunaan bahan-bahan alami dapat digunakan sebagai terapi komplementer dalam penyembuhan tulang. Salah satunya adalah daun bayam merah (Amaranthus tricolor) yang diketahui memiliki kandungan sejumlah senyawa bioaktif yang dapat mendukung regenerasi tulang. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh pemberian ekstrak daun bayam merah terhadap jumlah osteoblast pada proses penyembuhan fraktur femur tikus galur Wistar. Penelitian eksperimental dengan desain post-test only control group ini menggunakan 12 tikus Wistar yang dibagi menjadi empat kelompok secara acak, yaitu kontrol negatif, kontrol positif, kelompok perlakuan dosis rendah (35,5 mg/150g BB), dan kelompok dosis tinggi (70,8 mg/150g BB). Analisis data menggunakan One-way ANOVA dan uji Post-Hoc Tukey. Kelompok dosis tinggi ekstrak bayam merah (P2) menunjukkan jumlah osteoblast tertinggi (41,0 ± 6,24) dibandingkan kelompok lainnya, dengan perbedaan signifikan (p<0,05). Ekstrak etanol daun bayam merah terbukti signifikan meningkatkan jumlah osteoblast pada proses penyembuhan fraktur femur tikus, dengan dosis 70,8 mg/150g BB sebagai dosis paling efektif.
Cite
CITATION STYLE
Pane, R. C. S., Nasution, S. L. R., & Syahrian, M. F. (2025). PENGARUH DAUN BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor) TERHADAP PERTUMBUHAN TULANG PADA TIKUS YANG MENGALAMI FRAKTUR FEMUR. Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara, 24(2), 296–304. https://doi.org/10.30743/ibnusina.v24i2.864
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.