Abstract
Abstrak Latar Belakang: Di Indonesia, bayi yang mengalami masalah tidur sekitar 44%. Masalah tidur dapat mengganggu pertumbuhan, menurunkan imunitas dan mengganggu sistem endokrin. Salah satu cara agar bayi tidur nyenyak ialah dengan melakukan pijatan. Karena pijatan membuat tidur lebih lelap dan mengurangi masalah tidur. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui perbedaan kuantitas tidur bayi usia 6-12 bulan sebelum dan sesudah dilakukan pijat bayi di Wilayah Desa Cihanjuang Rahayu Kecamatan Parongpong tahun 2019. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode Quasi-experiment dengan rancangan one group pre and post test design. Sampel yang digunakan yaitu seluruh bayi di Desa Cihanjuang Rahayu Kecamatan Parongpong berjumlah 29 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar angket. Analisis data yaitu univariat bivariat untuk melihat distribusi freskuensi dan perbedaan kuantitas tidur bayi sebelum dan sesudah dilakukan pijatan. Hasil: Rata-rata kuantitas tidur bayi sebelum dilakukan pemijatan adalah 13,59 jam/hari dan setelah dilakukan pemijatan meningkat menjadi 14,88 jam/hari. Hasil uji statistik diperoleh terdapat perbedaan antara kuantitas tidur bayi sebelum dan sesudah dilakukan pemijatan dengan nilai p-value 0,000
Cite
CITATION STYLE
Barbara, M. A. D., & S. Rahayu, S. (2020). PERBEDAAN KUANTITAS TIDUR SEBELUM DAN SESUDAH PIJAT BAYI. Jurnal Asuhan Ibu Dan Anak, 5(2), 1–6. https://doi.org/10.33867/jaia.v5i2.177
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.