PERBANDINGAN SKOR RIPASA DAN SKOR LABEDA PADA TINGKAT KEPARAHAN MORFOLOGI APPENDISITIS AKUT DI TERNATE

  • Pattiiha A
  • M Selomo P
N/ACitations
Citations of this article
10Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Appendisitis akut merupakan kasus bedah emergensi yang paling sering ditemukan dan apabila tidak segera dilakukan penanganan akan menimbulkan komplikasi lanjut. Keterbatasan sarana prasarana dalam diagnostic menjadi kendala pada negara berkembang terutama di daerah-daerah, sehingga diperlukan cara lain untuk membantu diagnosis yaitu dengan menggunakan sistem skoring klinis. Tujuan penelitian ini ingin membandingkan skor RIPASA dan skor Labeda pada tingkat keparahan morfologi appendisitis akut dengan mengetahui tingkat akurasi, sensitivitas, spesifisitas, nilai duga positif, nilai duga negative, serta angka appendektomi negatif. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan Cross sectional study. Dari 59 sampel, 39 (66.1%) apendisitis akut komplikata, 20 (33,9%) apendisitis akut non komplikata. Dari pengelompokan skor RIPASA dan skor Labeda, hasil uji Chi-square menunjukan hubungan yang signifikan (p=<0.001) terhadap tingkat keparahan morfologi apendisitis akut. Berdasarkan hasil uji statistik tersebut dapat disimpulkan bahwa nilai sensitifitas, spesifisitas, prediksi positif dan prediksi negatif antara skor RIPASA dan skor Labeda sama terhadap tingkat keparahan morfologi apendisitis akut.

Cite

CITATION STYLE

APA

Pattiiha, A. M., & M Selomo, P. A. (2022). PERBANDINGAN SKOR RIPASA DAN SKOR LABEDA PADA TINGKAT KEPARAHAN MORFOLOGI APPENDISITIS AKUT DI TERNATE. Kieraha Medical Journal, 4(1). https://doi.org/10.33387/kmj.v4i1.4977

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free