Relevansi Makna Empat Drama Anak-Anak Berbasis Cerita Dongeng Nusantara Bagi Generasi Masa Kini

  • Sahid N
  • - J
N/ACitations
Citations of this article
29Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali makna tanda-tanda  yang terdapat dalam empat drama ’’,Asal-usul Gunung Merapi ‘’, ‘’Putri Si Anak Durhaka’’, ‘’Candra Kirana’’,  dan ‘’Malapetaka Sang Raksasa’’. Teori pendekatan yang dipakai untuk menganalisis adalah semiotika versi Ferdinand De Saussure yang dibantu dengan analisis makna tanda dari Rolanf Barthes. Metode yang dipakai dalam penelitian adalah purposive sampling, sedangkan analisis data menggunakan metode semiotika. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dongeng Nusantara dapat digubah ke dalam genere seni drama, khususnya drama anak-anak. Dengan digubah ke dalam drama akan memiliki peluang audiens yang lebih luas. Keempat dongeng mengandung makna denotatiie dan konotatif. Makna denotative terkait dengan kesrkahan dan egoisme, ketidakadilan, pegergeseran sistem nilai masyarakat, dan kegigihan dalam mengejar cita-cita, kebaikan melawan kejahatan. Makna konotatif terkait relevansinya semua makna  konotatif dengan kondisi sosial historis masyarakat Indonesia sekarang. Makna-makna keempat dongeng cukup relevan untuk pendidikan moral generasi sekrang, sehinga sudah selayaknya diperkenalkan kepada generasi masa kini.

Cite

CITATION STYLE

APA

Sahid, N., & -, J. (2022). Relevansi Makna Empat Drama Anak-Anak Berbasis Cerita Dongeng Nusantara Bagi Generasi Masa Kini. Mudra Jurnal Seni Budaya, 37(1), 13–23. https://doi.org/10.31091/mudra.v37i1.1685

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free