Indonesia's Digital Literacy as a Challenge for Democracy in the Digital Age

  • Bulya B
  • Izzati S
N/ACitations
Citations of this article
362Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

In the era of digitalization, digital literacy plays a vital role in shaping active participation and the quality of democracy. There are still challenges in the level of digital literacy in Indonesia, which impacts blind trust in emerging issues. As a result, people are vulnerable to the spread of fake news, online fraud, harmful content, and privacy violations. This research uses a desk research method with a qualitative approach, collecting secondary data from journal articles, books, and related reports. Analyses were conducted using content analysis techniques to identify patterns and relationships between digital literacy and democracy. The results show that although Indonesia's digital literacy index has improved, digital crime and hoaxes are rising, indicating a gap between technological skills and digital ethics. The findings emphasize the need for a more comprehensive approach to digital literacy programs, including integrating digital literacy education into the formal curriculum and improved technological infrastructure, particularly in underdeveloped areas. The implications of this study suggest that improving digital literacy is essential for safe access to information and an important step toward strengthening more critical and responsible democratic participation in Indonesia.Era digitalisasi menjadikan literasi digital memegang peranan penting dalam membentuk partisipasi aktif dan kualitas demokrasi. Saat ini, masih terdapat tantangan dalam tingkat literasi digital di Indonesia yang berdampak pada persepsi yang salah atau kepercayaan buta terhadap isu-isu yang tengah berkembang. Akibatnya, masyarakat rentan terhadap penyebaran berita palsu, penipuan online, penyebaran konten negatif, dan pelanggaran privasi. Namun, perkembangan literasi digital di Indonesia sudah mulai menunjukkan peningkatan. Meskipun demikian, belum mencapai tingkat yang memadai. Oleh karena itu, upaya meningkatkan literasi digital di Indonesia sangat penting agar masyarakat dapat lebih memahami dan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital dalam keseharian dan proses demokrasi. Penelitian ini membahas "Literasi Digital Indonesia sebagai Tantangan Demokrasi di Era Digital" dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meraih pemahaman yang lebih mendalam terkait dengan hubungan antara literasi digital dan demokrasi di Indonesia. Pembahasan melibatkan dua aspek utama: pertama, Literasi Digital Indonesia sebagai Tantangan Demokrasi dan Dampaknya, yang membahas bagaimana literasi digital memengaruhi partisipasi publik dan dialog demokratis. Kedua, Arah Kebijakan Pemerintah dalam Menghadapi Literasi Digital, yang mengeksplorasi langkah-langkah konkret untuk meningkatkan literasi digital di masyarakat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa walau pun angka indeks literasi Indonesia makin meningkat tetap tidak menutup kemungkinan ini menjadi tolak ukur bahwa literasi Indonesia sudah di tahap yang baik, ini di buktikan dengan temuan angka hoaks masih meningkat dan masih kurangnya etika dalam mengunakan media sosial, dari hal itu kebijakan pemerintah Indonesia sebenarnya sudah berjalan dengan baik hanya saja pada temuan ada tidak seimbang antara program pengembangan skil teknologi dengan pemahaman tentang etika berteknologi

Cite

CITATION STYLE

APA

Bulya, B., & Izzati, S. (2024). Indonesia’s Digital Literacy as a Challenge for Democracy in the Digital Age. The Journal of Society and Media, 8(2), 640–661. https://doi.org/10.26740/jsm.v8n2.p640-661

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free