Abstract
Produksi pupuk organik dari rumah kompos yang berada di RT-4/RW-5 kelurahan Siwalankerto, kecamatan Wonocolo, kota Surabaya masih perlu untuk ditingkatkan, baik dari sisi bahan baku yang diperoleh dari limbah sayuran warga sedangkan proses pencacahan bahan organik dilakukan secara manual dan perharinya hanya berkisar 10 kg. Hal ini tentu saja tidak sebanding dengan sampah organik yang dihasilkan oleh warga di RT tersebut. Sampah organik yang dihasilkan oleh warga dapat mencapai 75 kg-100 kg perharinya. Dari permasalahan tersebut didesain sebuah alat pencacah sampah organik, untuk meningkatkan kapasitas dari hasil cacahan sampah organik setiap harinya yang merupakan bahan baku dari pupuk kompos. Disamping itu, dari jumlah cacahan yang meningkat ini diharapkan dapat meningkatkan juga produksi pupuk kompos. Langkah awal dari kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan mengunjungi rumah kompos. Setelah meilihat permasalahan yang ada, selanjutnya dilakukanlah proses desain dari alat perajang sampah otomatis ini. Mesin perajang sampah organik yang telah dibuat dan diuji ini selanjutnya diujicobakan di rumah kompos. Setelah prses ujicoba selesai maka selanjutnya adalah serah terima alat. Alat ini mampu untuk mencacah sampah organik yang dihasilkan oleh masyarakat dengan lebih efisien. Sampah organik warga yang mencapai 75 kg-100 kg perharinya dapat dicacah dengan baik.
Cite
CITATION STYLE
Anggono, W., Suprianto, F. D., Tanoto, Y. Y., & Hernando, I. C. (2024). Pengembangan Perajangan Sampah Organik di Rumah Kompos Untuk Menjaga Lingkungan Secara Berkelanjutan. Surya Abdimas, 8(3), 339–345. https://doi.org/10.37729/abdimas.v8i3.4340
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.