Abstract
Abstrak Dalam melakukan perjalanan, setiap pemakai angkutan umum akan memilih rute yang mengeluarkan biaya yang minimum. Perjalanan ini dapat dinyatakan menurut keuangan, waktu perjalanan, jarak, keselamatan, kenyamanan, dan biaya yang tidak dibebankan kepada pengguna (biaya sosial). Atribut tersebut adalah spesifik untuk tiap ruas jalan (link), sehingga tidak bisa diagregasikan untuk ruas yang lebih panjang. Atribut ruas dalam pendekatan model perilaku transportasi, termasuk 2 sistem utama, yaitu sistem atribut aktivitas dan atribut sistem pelayanan pengguna angkutan. Cukup banyak pemakai yang ingin menggunakan angkutan masal antar moda. Kajian ini telah dilakukan di Kota Semarang Metropolitan Indonesia untuk mengidentifikasi tujuan dan persepsi perilaku pengguna angkutan umum pada jaringan antarmoda dan untuk mendapatkan model perilaku pengguna angkutan umum pada jaringan antar moda. Nilai gabungan koefisien determinasi dari keseluruhan model adalah 0,931. Hal ini berarti bahwa model mampu menerangkan 93.1% perilaku pengguna antar moda. Karakteristik perilaku dari pengguna angkutan umum pada jaringan antarmoda memperlihatkan jumlah kegiatan yang banyak, umur pengguna cukup dewasa, mempunyai pendidikan cukup tinggi, tidak berkaitan dengan jenis kelamin, keterbatasan pemilikan kendaraan pribadi. Persepsi perilaku pengguna angkutan umum pada jaringan antarmoda terkait dengan kenyamanan, keselamatan, kemudahan, kapasitas, kualitias dan kuantitas jaringan yang baik, biaya perjalanan yang terjangkau, dan kedisiplinan operator antarmoda. Abstract [Analysis of User Behaviour for Public Transport Special for Intermodes Transportation] In traveling, each rider will choose the route that gives the minimum fare. The journey can be expressed in terms of monetary cost, travel time, distance, safety, comfort, and cost is not borne by the traveler (social cost). Attributes are specific to each road segment (link), so it can't be aggregated for a more long. Attribute segment in transport modeling approach behavior (behavioral), including 2 primary system, the system of activity attributes and attribute the traveler service systems. Pretty much the traveler who wants to use mass transit intermodal transportation. This research was conducted in the city of Semarang Metropolitan Indonesia: identify the purpose and perception of public transport user behavior on the network and create a model for inter-user behavior on public transport intermodal network. The combined value of the coeffient of determination of the overall model is 0.931. This means that the model is able to explain 93.1% inter-user behaviour. Behavioural characteristic of users of public transport in the intermodal network in the form of the number of activities that a lot, have enough users mature age, education level is high enough, is not associated with gender, the limitations of private vehicle ownwership. Perception of public transport user behaviior on the network inter-linked with the comfort, safety, convenience, capacity, quality and quantity of good network, resonable travel expenses, as well as interdiciplinary operator.
Cite
CITATION STYLE
Wicaksono, Y. I., & Siswanto, J. (2014). ANALISIS PERILAKU PENGGUNA ANGKUTAN UMUM TRANSPORTASI ANTARMODA. Teknik, 35(1). https://doi.org/10.14710/teknik.v35i1.6889
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.