KEKUATAN DAN KEBUTUHAN PERANCAH BINGKAI/FRAME SCAFFOLD PADA KONSTRUKSI GEDUNG

  • Yasin N
N/ACitations
Citations of this article
69Readers
Mendeley users who have this article in their library.
Get full text

Abstract

Alat perancah digunakan sebagai lantai kerja dan sebagai jalan lintas bagi pekerja dalam berbagai proyek kontruksi. Alat perancah juga digunakan sebagai sarana keselamatan pekerja konstruksi. Kekuatan perancah dan bekisting dalam menahan beban di atasnya bergantung pada perencanaan dimensinya. Pada Proyek Pembangunan Perkantoran The Manhattan Square untuk Middle Tower digunakan perancah jenis bingkai/frame scaffold. Kebutuhan perancah bingkai/frame scaffold pada luasan 64 m² dibutuhkan 40 set perancah. Total beban mati sebesar 39.491 kg, sedangkan untuk total beban hidup sebesar 6.400 kg. Kombinasi pembebanan yang didapat sebesar 57.629,2 kg. Titik (beban struktur) yang harus dipikul olek tiap tiang scaffolding adalah sebesar 720,365 kg. Beban maksimum yang dapat ditanggung main frame adalah 5000 kg, akibat kondisi lapangan yang sulit diprediksi maka nilai reduksi dari kekuatan scaffolding yang digunakan sebesar 0,6. Maka besar kekuatan tiap tiang scaffolding untuk menahan beban adalah 3.000 kg. Maka perencanaan perhitungan kekuatan perancah memenuhi syarat dalam memikul beban di atasnya, yaitu 3.000 kg > 1.440,73 kg.

Cite

CITATION STYLE

APA

Yasin, N. (2019). KEKUATAN DAN KEBUTUHAN PERANCAH BINGKAI/FRAME SCAFFOLD PADA KONSTRUKSI GEDUNG. Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi, 18(2), 212–218. https://doi.org/10.35760/dk.2019.v18i2.2574

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free