Abstract
Abstrak Peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba di Indonesia sudah mencapai tingkatan yang mengkhawatirkan. Pengguna narkoba di Indonesia mencapai 5,9 juta orang sehingga Indonesia layak mendapatkan status darurat narkoba. Luas wilayah dan jumlah penduduk yang besar membuat Indonesia menjadi pasar strategis narkoba di Asia Tenggara. Ini jelas merupakan ancaman yang menakutkan jika tidak secepatnya diatasi dan mendapatkan solusinya. Sebab maraknya narkoba akan mengancam masa depan generasi muda Indonesia. Untuk itu, diperlukan tindakan yang bersifat solutif dengan mengajak masyarakat Indonesia kembali membumikan Pancasila. Aktualisasi kelima sila dalam Pancasila secara aplikatif dapat menjadi solusi untuk mengatasi penyalahgunaan narkoba di Indonesia. Abstract Ilegal trafficking and drugs abuse in Indonesia already reached dangerous level. The drug's consumer in Indonesia reached5,9 million people, so that deserve Indonesia gets emergency status of drugs. Vast territory and large population lead Indonesia into strategic markets in South East Asia. It's very seriously threat if there is no solution to solve it. The massively spread of Drugs will endanger the future of Indonesian Youth. Therefore, it needs real action and applicable by persuading Indonesian people back to Pancasila. The actualization of five precepts ofpancasila could be solution to handle drugs abuse in Indonesia .
Cite
CITATION STYLE
Saputra, I. (2017). AKTUALISASI NILAI PANCASILA SEBAGAI KUNCI MENGATASI PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI INDONESIA. Jurnal Pancasila Dan Kewarganegaraan, 2(2), 26–35. https://doi.org/10.24269/v2.n2.2017.26-35
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.