PROSPEKTIF GANJA INDONESIA PROSPEKTIF GANJA INDONESIA UNTUK KEPENTINGAN PELAYANAN KESEHATAN

  • Tomi Gumilang S
  • Waluyo B
  • Harefa B
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
30Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pemanfaatan  ganja  untuk  kepentingan  pelayanan  kesehatan  di  Indonesia  masih  terbentur  ketentuan  Pasal  8  ayat  (1)  dan  Penjelasan  Pasal  6  ayat  (1)  huruf  a  Undang-Undang  Narkotika,  walaupun  Komisi  Narkotika  PBB  telah  mengeluarkan  ganja  dari  daftar  narkotika  paling  berbahaya  karena  memiliki  manfaat  medis.  Penelitian  hukum  normatif  dengan  pendekatan  undang-undang  dan  kasus  nyata,  menemukan  bahwa  kebijakan  kriminal  Negara  Republik  Indonesia  yang  lebih  mengedepankan  pendekatan  pemidanaan  terhadap  pemanfaatan  ganja  daripada  aspek  keadilan  restoratif,  perlu  dievaluasi.  Sehingga  mendesak  segera  dilakukan  dekriminalisasi  terhadap  pemanfaatan  ganja  untuk  kepentingan  pelayanan  kesehatan  dengan  pembaharuan  hukum  terkait  pengaturan  ganja  yang  dipandang  sudah  tidak  sesuai  lagi,  yaitu  dengan  cara  mereformulasi  Undang-Undang  Narkotika  dan  peraturan  pelaksanaanya,  sehingga  prospektif ganja  Indonesia  dapat  diberdayakan  untuk  sebesar-besar  kepentingan  masyarakat  di  bidang  kesehatan  maupun  industri  medis  tanpa  harus  melakukan  impor  dari  luar  negeri.

Cite

CITATION STYLE

APA

Tomi Gumilang, S., Waluyo, B., Harefa, B., Hartono, T., & Novyana, H. (2023). PROSPEKTIF GANJA INDONESIA PROSPEKTIF GANJA INDONESIA UNTUK KEPENTINGAN PELAYANAN KESEHATAN. Esensi Hukum, 5(1), 18–38. https://doi.org/10.35586/esensihukum.v5i1.216

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free