Abstract
Seiring persaingan bisnis global yang semakin ketat, perusahaan tidak hanya bertujuan untuk mencari keuntungan seoptimal mungkin tetapi juga bertujuan untuk kelangsungan hidup finansial dan non finansial suatu perusahaan untuk dapat beroperasi dalam jangka waktu kedepan. Kondisi dan peristiwa dialami oleh perusahaan dapat memberikan indikasi kelansungan usaha (going concern) perusahaan, contoh kerugiaan yang signifikan dan terus menerus sehingga menimbulkan keraguan atas kelangsungan hidup perusahaan. Going concern adalah kelangsungan hidup suatu badan usaha dan merupakan asumsi dalam pelaporan keuangan entitas sehingga jika entitas mengalami kondisi yang sebaliknya entitas tersebut menjadi masalah. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara audit tenure, debt default, dan opinion shopping terhadap penerimaan opini audit going concern. Penelitian ini menggunakan sampel perusahaan tekstil dan garmen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2014-2018. Berdasarkan Purposive sampling, Total sampel 16 Perusahaan. Pengujian Hipotesis menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa audit tenure, debt default, dan opinion shopping tidak berpengaruh signifikan terhadap penerimaan opini audit going concern.
Cite
CITATION STYLE
Osta Nababan, B., & Maulidya, K. (2021). PENGARUH AUDIT TENURE, DEBT DEFAULT, DAN OPINION SHOPPING TERHADAP PENERIMAAN OPINI AUDIT GOING CONCERN PADA INDUSTRI TEKSTIL DAN GARMEN PERIODE TAHUN 2014-2018 YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA. Economicus, 15(1), 1–12. https://doi.org/10.47860/economicus.v15i1.223
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.