Abstract
Individu menggunakan emosinya untuk dapat beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan orang lain. Selain itu, individu juga dituntut untuk mampu mengolah emosinya dengan baik terutama saat ia berinteraksi dengan orang lain. Pada anak usia dini, kemampuan mereka dalam mengelola emosi perlu diajarkan sejak dini. Anak perlu belajar bagaimana mengendalikan amarahnya, anak perlu belajar bagaimana berempati terhadap orang lain. Anak belajar bagaimana mengekspresikan emosinya dengan baik dan benar. Hal ini dikarenakan emosi memiliki peranan yang penting di dalam kehidupan dan berpengaruh terhadap cara anak berinteraksi dan bersosial. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dikenakan kepada anak berusia 5 tahun sebanyak dua anak. Untuk pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Dalam hal ini, peneliti melakukan pra penelitian untuk mengetahui anak yang mengalami permasalahan dalam perkembangan emosinya. Pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara yang dilakukan kepada orangtua dan guru di sekolah. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan peran keluarga dalam perkembangan emosi anak usia 5-6 tahun. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa keluarga memiliki peran yang penting didalam perkembangan emosi anak. Cara orangtua dalam mengekspresikan emosi serta menangani emosi anak akan mempengaruhi anak dalam berinteraksi dengan lingkungannya.
Cite
CITATION STYLE
Isabella Hasiana. (2020). Peran Keluarga dalam Perkembangan Emosi Anak. Child Education Journal, 2(1), 24–33. https://doi.org/10.33086/cej.v2i1.1538
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.