Abstract
Fusicoccum merupakan salah satu penyebab penyakit gugur (hawar) daun pada tanaman karet. Penyakit ini pernah terjadi di pertanaman karet Johor Peninsular Malaysia pada tahun 2010, yang disebabkan oleh cendawan Neofusicoccum ribis. Karantina Pertanian sebagai Focal Point bagian dari Organisasi Perlindungan Tumbuhan Nasional berkepentingan untuk memastikan cendawan penyebab penyakit hawar daun pada tanaman karet dan melakukan tindakan untuk mencegah masuk dan/atau tersebarnya cendawan Neofusicoccum ribis yang dikelompokan sebagai Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPTK) A2 golongan I. Oleh karena itu, Karantina Pertanian melalui Balai Besar Uji Standar Mutu Karantina Pertanian bekerja sama dengan Pusat Penelitian Karet Sembawa serta Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) - Bogor mencoba mengembangkan metode uji dalam mengidentifikasi cendawan penyebab penyakit gugur daun Fusicoccum pada tanaman karet untuk keperluan karantina. Tujuan penelitian ini mengkarakterisasi patogen penyebab penyakit gugur daun Fusicoccum secara morfologi. Hasil Pemeriksaan morfologi secara langsung terhadap daun karet bergejala gugur daun diperoleh jenis cendawan Neofusicoccum dan hasil pengujian PCR dengan menggunakan primer ITS1/ITS4 universal dan dilanjutkan dengan Primer BOT15/BOT16, diperoleh Neofusicoccum umdonicola dan Neofusicoccum parvum yang selanjutnya disebut sebagai Neofusicoccum complex dengan masing-masing tingkat kekerabatan 99,66 % dan 97,08 %.
Cite
CITATION STYLE
Sarsono, Y., Sugiprihatini, D., Murdiati, T., Maylandari, M. E., & Febbiyanti, T. R. (2020). KARAKTERISASI ISOLAT Fusicoccum (Crous. S dan Wingf. M.J) PADA KARET (Hevea brasiliensis) SECARA MORFOLOGI DAN TEKNIK POLYMERASE CHAIN REACTION. Jurnal Penelitian Karet. https://doi.org/10.22302/ppk.jpk.v38i1.665
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.