Abstract
Penelitian mengenai adiksi perilaku menjadi penting dikarenakan banyak perilaku perilaku yang mengarah kepada adiksi yang memerlukan dukungan empirik. Maka pengukuran terhadap adiksi perilaku menjadi diperlukan. Media sosial adalah salah satu jenis aktivitas online yang yang popular sekitar 10 tahun yang lalu. Oleh karena itu banyak penelitian mulai dilakukan terkait aktivitas facebook, instagram dan lain lain. Banyak data empirik yang menunjukkan bahwa banyak orang menggunakan paltform sosial media secara berlebihan dan mengarah kepada adiksi. Oleh karena itu proses adaptasi alat ukur menjadi penting. Dalam penelitian ini dilakukan proses adaptasi alat ukur Bergen Social Media Addiction Scale (BSMAS). Dilakukan tahapan adaptasi yang mengacu pada langkah-langkah yang diatur dalam International Test (ITC). Dilakukan proses uji coba terhadap 483 sampel dengan menggunakan multistage sampling. Data dianalisis dengan menggunakan Confirmatory Factor Analysis, dengan hasil nilai CR (0.91) > 0,70 serta keseluruhan nilai VE (0.65) > 0,50, artinya bahwa model pengukuran modifikasi memiliki konsistensi internal (reliable) dan nilai p-value, RMSEA, CFI, GFI, dan AGFI telah memenuhi kriteria yang ditetapkan sehingga menandakan model fit. Kata kunci : Adiksi, Adaptasi pengukuran, CFA, Media sosial.
Cite
CITATION STYLE
Sumaryati, I. U., Sirodj, D. A. N., & Gadama, M. (2024). Adaptasi Indonesia Bergen Social Media Addiction Scale. Journal Psikogenesis, 12(1), 10–18. https://doi.org/10.24854/jps.v12i1.3994
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.