Abstract
Latar Belakang: Difteri merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheria, penyakit ini pada umumnya menyerang bagian tubuh seperti tonsil, faring, laring dan hidung. Mobilitas dan kepadatan penduduk menjadi difteri di Provinsi Jawa Timur pada tahun 2022 meningkat sebesar 1,46 kali lipat dibandingkan dengan tahun 2021. Tingkat kematian akibat penyakit difteri juga meningkat 0,21 kali lipat di tahun 2022 jika dibandingkan dengan tahun 2021. Banyaknya penemuan kasus PD3I (Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi) secara tidak langsung akan menggambarkan kondisi cakupan imunisasi yang diterima oleh masyarakat sebagai upaya untuk membentuk herd immunity. Tujuan: Menganalisis secara spasial distribusi kasus difteri yang dihubungkan dengan cakupan imunisasi berdasarkan kabupaten dan kota di Jawa Timur tahun 2023. Metode: Pendekatan secara deskriptif analitik dilakukan melalui model analisis spasial yang mengeksplorasi data dari perspektif keruangan. Analisis statistik juga dilakukan untuk mendukung hipotesis adanya hubungan antara variabel yang diteliti. Pengukuran kuat hubungan dilakukan menggunakan uji korelasi spearman (α = 0,05) untuk menghubungkan variabel cakupan imunisasi dengan kasus difteri. Hasil: Dari hasil pemetaan yang dilakukan diketahui bahwa Kabupaten Situbondo memiliki cakupan imunisasi terendah (78%) dan Kabupaten Bondowoso memiliki cakupan imunisasi tertinggi (115%). Dari hasil uji statistik, tidak ditemukan adanya hubungan antara cakupan imunisasi dengan suspek, kasus dan temuan difteri (p-value > 0,05). Kesimpulan: Dari pengujian tersebut didapatkan hasil yakni tidak ditemukan adanya hubungan antara kedua variabel. Evaluasi dan monitoring pelaksanaan imunisasi yang berfokus pada kualitas vaksin serta aktivasi surveilans penyelidikan epidemiologi di Provinsi Jawa Timur perlu dilakukan untuk mengoptimalkan kekebalan kelompok ditengah masyarakat.
Cite
CITATION STYLE
Qurniyawati, E., Azzahra, A., Shabrina, I. N., & Ananda, F. H. (2024). Hubungan Cakupan Imunisasi dengan Kasus Difteri di Provinsi Jawa Timur Tahun 2023. Media Gizi Kesmas, 13(2), 608–613. https://doi.org/10.20473/mgk.v13i2.2024.608-613
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.