Abstract
Di Indonesia, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2014) menyatakan bahwa persentase penyandang cacat yang memiliki keterbatasan dalam berjalan dan menaiki tangga adalah 10,26% dari total orang yang lumpuh. Saat ini, peralatan yang sering digunakan adalah kursi roda, namun ketersediaan kursi roda yang memenuhi standar ISO 7176-5 masih sangat terbatas karena mahal dan harus diimpor. Di Indonesia, kursi roda didistribusikan yang bersaing di pasar komersial didominasi oleh produk Cina dan beberapa pembuat lokal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendesain kembali kursi roda manual yang memenuhi kriteria ISO 7176-5. Penelitian ini menggunakan ISO 7176-5 sebagai desain referensi untuk mendesain ulang rangka utama kursi roda awal. Penelitian dimulai dengan membandingkan dan mengamati 2 jenis kursi roda A dan B di pasar komersial. 2 kursi roda (A dan B) diukur dan dibandingkan berdasarkan dimensi ISO 7176-5 yang terdiri dari 27 item. Dari pengukuran dan perbandingan, kursi roda A dipilih sebagai desain yang direferensikan karena mereka memiliki jumlah penyesuaian lebih banyak. Setelah itu, dimensi kursi roda A akan disesuaikan dengan ISO 7176-5 dan akan diuji dengan perangkat lunak Autodesk Inventor untuk menentukan kekuatan dari frame utama. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa hasil dari kerangka yang disarankan terdiri dari perpindahan, von misses stress dan faktor keamanan yang dinyatakan aman. Selain itu, dimensi kursi roda yang disarankan memenuhi ISO 7176-5 yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi pengguna.
Cite
CITATION STYLE
Pradita, A. A., Priadythama, I., & Susmartini, S. (2018). Perancangan Ulang Kursi Roda Manual Menggunakan Kriteria Standar ISO 7176-5. PERFORMA : Media Ilmiah Teknik Industri, 17(1). https://doi.org/10.20961/performa.17.1.19068
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.