Studi Pola Penggunaan Antibiotik dan Analgesik Pada Pasien Infeksi Saluran Kemih (ISK) (Studi Dilaksanakan di Instalasi Rawat Inap RSUD Abdul Wahab Sjahranie)

  • Verananda S
  • Gama S
  • Fadraersada J
N/ACitations
Citations of this article
62Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan penyakit kedua yang paling banyak dialami oleh pasien rawat inap di Rumah Sakit dan memerlukan antibiotik sebagai pengobatan utama. Sebesar 20-65% penggunaan antibiotik di rumah sakit dianggap tidak tepat sehingga dapat menimbulkan resistensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pengobatan, karakteristik penderita ISK dan interaksi antara antibiotik dengan analgesik. Penelitian ini dilakukan secara retrospektif dan dijabarkan secara deskriptif dengan mengambil data rekam medis pasien ISK. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik pasien yang terserang ISK terbesar merupakan perempuan 81%, usia remaja dan lansia 21%, pekerjaan ibu rumah tangga (IRT) 32%, dan tanpa penggunaan kateter 86%. Golongan antibiotik dan analgesik yang paling banyak digunakan adalah golongan sefalosporin 67% yaitu seftriakson 30% dan analgesik non opioid 96% yaitu parasetamol 71%. Dan tidak ada interaksi antara antibiotik dan analgesik yang digunakan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Verananda, S. Y., Gama, S. I., & Fadraersada, J. (2017). Studi Pola Penggunaan Antibiotik dan Analgesik Pada Pasien Infeksi Saluran Kemih (ISK) (Studi Dilaksanakan di Instalasi Rawat Inap RSUD Abdul Wahab Sjahranie). Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences, 6, 173–178. https://doi.org/10.25026/mpc.v6i1.280

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free