TAFSIR AYAT-AYAT NEUROSAINS

  • Widodo H
N/ACitations
Citations of this article
24Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Kelebihan manusia dengan makhluk lainnya adalah terletak pada bisa mefungsikannya akal.Sebagaimana makhluk lainnya juga oleh Allah dianugerahi akal. Akal juga bisa disebut dengan neurosains. Manusia adalah hewan yang berfikir,dimana oleh Sang Pencipta manusia diberi amanah untuk memakmurkan bumi sebagai Khalifah fil ard. Sebagai khalifah harus berotak cerdas atau benar-benar memaksimalkan oatak dan akalnya sebaik mungkin dan juga tidak pendusta.Seperti dalam Qur‟an Surat al „alaq [96]:15-16, ”Sekali-kali tidak! Sungguh, jika dia tidak berhenti [berbuat demikian] niscaya Kami tarik ubun-ubunnya [ke dalam neraka]. Selain membahas otak atau akal juga ditampilkan hubungannya dengan ayat yang berakhiran ,”afalaa ta‟qiluun‟ juga ayat-ayat yang berakhiran, ”Afalaa yatadzakkaruun”. Tulisan ini ingin mengangkat kembali fungsi manusia sebagai makhluk mulia yang oleh Allah sudah dibekali dengan kecerdasan yang luar biasa. Dengan otak yang oleh Allah telah didesain sedemikian rupa cangginya, apakah manusia akan mengingkari tanggungjawab sebagai makhluk paling mulia, juga apakah manusia akan hanya menjadi perusak alam yang oleh Allah telah diserahkan kepada manusia untuk mengelolanya.

Cite

CITATION STYLE

APA

Widodo, H. W. (2019). TAFSIR AYAT-AYAT NEUROSAINS. Jurnal MUDARRISUNA: Media Kajian Pendidikan Agama Islam, 9(1). https://doi.org/10.22373/jm.v9i1.4210

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free