Abstract
Preeklampsiaberatmerupakan salah satu penyebab kematian ibu dan perinatal yang tinggikhususnya di Negara berkembang. Preeklamsia yang tidak tertangani dapat menyebabkan komplikasi pada ibuhamil dan janin. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan Riwayat preeklampsia, pemeriksaan antenatal, dan tingkat stress dengan kejadian pre-eklampsiaberat pada ibuhamil di DesaPermistahun 2022 Penelitian in imenggunakan desainstudi cross sectional. Penelitian dilakukan dari bulan Agustus– September2022. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Ibu hamil di DesaPermisyaitusebanyak 58 orang. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 58 orang yang diambil dengan total sampling. Analisis data dalam penelitian ini yakni analisis univariat dan bivariat. Analisis bivariat dalam penelitian ini menggunakan Uji Chi-Square dengan menggunakan applikasi SPSS 16. Hasil penelitian didapatkan ada sebanyak 8.6% responden yang mengalami preeklampsia berat, 8,6%. Ada hubungan antara Riwayat preeklampsia dengan kejadian pre-eklampsia berat (p value 0,05). Tidak ada hubungan antara pemeriksaan antenatal dengan kejadian pre-eklampsiaberat (p =0,318). Ada hubungan antara tingkat stress dengan kejadian pre-eklampsiaberat (p value 0,005). Kesimpulan penelitian adalah ada hubungan antara Riwayat preeklampsia dan stress dengan kejadian pre-eklampsia berat pada ibu hamil. Disarankan bagi ibu hamil untuk menjaga gaya hidup dan mengelola tingkat stress untuk mencegah preeklampsia berat
Cite
CITATION STYLE
Apriliyanti, E., Putri, R., & Nency, A. (2023). HUBUNGANRIWAYAT PREEKLAMPSIA,PEMERIKSAAN ANTENATAL, DAN TINGKAT STRES DENGANKEJADIAN PRE-EKLAMPSIA BERAT PADA IBU HAMIL DI DESA PERMIS TAHUN 2022. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 2(4), 1214–1224. https://doi.org/10.55681/sentri.v2i4.724
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.