INKLUSI PAJAK USAHA KULINER UNTUK SISWA KRISTORFORUS 1 JAKARTA

  • Hendro Lukman
  • Clarra Kezia
  • Kelly Rianto
N/ACitations
Citations of this article
16Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pajak merupakan suatu yang pasti dalam kehidupan ini. Apapun pekerjaan dan usaha seseorang, selama telah memenuhi subyek dan obyek pajak menurut perundang-undangan. Namun, tidak semua belajar perpajakan yang memadai. Inklusi yang baik dilakukan ketika seseorang belum memenuhi sebagai wajib pajak. Waktu yang tepat untuk memberikan inklusi pajak adalah ketika seseorang pada usia remaja, dalam konteks ini adalah murid Sekolah Menengah Atas (SMA). Hal ini disebabkan, jika siswa melanjutkan studi lanjut, belum tentu akan belajar pajak dan akuntansi, maka kesepatan memahami perpajakan tidak akan pernah terjadi. Kondisi lain, saat ini mudahnya melakukan usaha banyak siswa yang telah melakukan usaha kecil-kecilan yang tergolong pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk mengisi waktu senggan mereka. Ditambah, materi pajak di SMA hanya diperoleh oleh siswa yang mengambil peminataan akuntansi dengan prosi yang dikit, yaitu menghitung pajak penghasilan perusahaan. Berdasarkan kondisi ini dilakukan inklusi pemahaman pajak bagi UMKM dengan usaha kulikuler. Kegiatan yang dilakukan secara tatap muka dengan subyek siswa kelas 10 yang sebagian besar belum menentukan bidang studi lanjut dan sebagian kecil sudah melakukan usaha.  Dari inklusi, terlihat hasil inklusi ini belum optimal, karena masih banyak yang memahami pada tingkat cukup. Berdasarkan hasil ini, inklusin pajak harus tetap dilakukan secara berkelanjutan dan sistematis.

Cite

CITATION STYLE

APA

Hendro Lukman, Clarra Kezia, & Kelly Rianto. (2023). INKLUSI PAJAK USAHA KULINER UNTUK SISWA KRISTORFORUS 1 JAKARTA. Jurnal Serina Abdimas, 1(3), 1273–1279. https://doi.org/10.24912/jsa.v1i3.26191

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free