Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi proses pengajaran seni tradisional di masyarakat Mukomuko. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi. Peneliti menjadi instrumen utama, didukung oleh alat seperti peralatan tulis, panduan wawancara, kamera foto, dan kamera video. Data primer dan sekunder digunakan dalam penelitian ini. Metode pengumpulan data meliputi studi literatur, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, presentasi data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sanggar Sirih Serumpun menggunakan sistem regenerasi modern untuk anggotanya. Sistem regenerasi ini dilakukan melalui sistem publikasi yang mengundang dan merekrut anggota baru ke studio betel sejenis. Anggota baru diharapkan menjadi generasi penerus dalam memainkan alat musik serunai (sunai). Pelatihan seni serunai dilakukan melalui demonstrasi, di mana pelatih memberikan contoh bagi anggota studio untuk mengikutinya. Dengan pendekatan ini, anggota dapat belajar dan berlatih teknik pernafasan dan jari yang tepat. Dengan menguasai teknik-teknik tersebut, anggota dapat memainkan serunai dengan benar dan efektif.
Cite
CITATION STYLE
Dimas Frans Widevanto, & Robby Ferdian. (2023). Regenerasi Kesenian Serunai (Sunai) di Sanggar Sirih Serumpun Kecamatan Air Dikit Desa Dusun Baru Kabupaten Muko-muko. AVANT-GARDE: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Pertunjukan, 1(2), 132–140. https://doi.org/10.24036/ag.v1i2.18
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.