Regenerasi Kesenian Serunai (Sunai) di Sanggar Sirih Serumpun Kecamatan Air Dikit Desa Dusun Baru Kabupaten Muko-muko

  • Dimas Frans Widevanto
  • Robby Ferdian
N/ACitations
Citations of this article
11Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi proses pengajaran seni tradisional di masyarakat Mukomuko. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi. Peneliti menjadi instrumen utama, didukung oleh alat seperti peralatan tulis, panduan wawancara, kamera foto, dan kamera video. Data primer dan sekunder digunakan dalam penelitian ini. Metode pengumpulan data meliputi studi literatur, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, presentasi data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sanggar Sirih Serumpun menggunakan sistem regenerasi modern untuk anggotanya. Sistem regenerasi ini dilakukan melalui sistem publikasi yang mengundang dan merekrut anggota baru ke studio betel sejenis. Anggota baru diharapkan menjadi generasi penerus dalam memainkan alat musik serunai (sunai). Pelatihan seni serunai dilakukan melalui demonstrasi, di mana pelatih memberikan contoh bagi anggota studio untuk mengikutinya. Dengan pendekatan ini, anggota dapat belajar dan berlatih teknik pernafasan dan jari yang tepat. Dengan menguasai teknik-teknik tersebut, anggota dapat memainkan serunai dengan benar dan efektif.

Cite

CITATION STYLE

APA

Dimas Frans Widevanto, & Robby Ferdian. (2023). Regenerasi Kesenian Serunai (Sunai) di Sanggar Sirih Serumpun Kecamatan Air Dikit Desa Dusun Baru Kabupaten Muko-muko. AVANT-GARDE: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Pertunjukan, 1(2), 132–140. https://doi.org/10.24036/ag.v1i2.18

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free