Optimasi Proses Perlakuan Awal NaOH Tandan Kosong Kelapa Sawit untuk menjadi Bioetanol

  • Muryanto M
  • Sudiyani Y
  • Abimanyu H
N/ACitations
Citations of this article
201Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Bioetanol dari bahan baku limbah lignoselulosa menjadi energi alternatifyang mulai dikembangkan. Perlakuan awal merupakan tahap awal dariproses konversi lignoselulosa menjadi bioetanol. Perlakuan awal kimiaNaOH dilakukan dengan memasukkan TKKS berukuran 3 mm dan larutanNaOH 10 % pada reaktor bersuhu sedang dan tekanan 4 bar. Pada penelitianakan diketahui pengaruh suhu dan waktu proses pada perlakuan awal TKKS.Variasi suhu proses dimulai dari suhu 140, 150 dan 160 ˚C, sedangkan variasiwaktu proses dimulai dari 20, 30 dan 40 menit. Hasil perolehan biomassatertinggi didapatkan pada proses perlakuan awal dengan suhu 140 ˚C, 20menit sebesar 42,83 % (basis berat kering), delignifikasi tertinggi pada suhu160 ˚C, 40 menit yaitu sebesar 86,92 %. Namun kondisi optimal perlakuanawal TKKS untuk menghasilkan bioetanol tertinggi diperoleh pada suhu 150˚C, 30 menit yaitu perolehan biomassa sebesar 35,97 %, delignifikasi sebesar76,74 % dan yield etanol terhadap TKKS awal sebesar 15.17 % (b/b).

Cite

CITATION STYLE

APA

Muryanto, M., Sudiyani, Y., & Abimanyu, H. (2016). Optimasi Proses Perlakuan Awal NaOH Tandan Kosong Kelapa Sawit untuk menjadi Bioetanol. Jurnal Kimia Terapan Indonesia, 18(01), 27–35. https://doi.org/10.14203/jkti.v18i01.37

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free