Abstract
Fokus penelitian ini yaitu menguji hubungan antara kepemilikan perusahaan (kepemilikan institusional dan kepemilikan manajemen), kecurangan laporan keuangan, dan manajemen laba. Sumber data sekunder yang dipakai pada penelitian ini diambil dari BEI (Bursa Efek Indonesia) dan KLSE (Bursa Malaysia) untuk tahun 2016-2021. SPSS digunakan untuk pengolahan data dan analisis regresi berganda. Di Indonesia dan Malaysia, kepemilikan perusahaan (kepemilikan institusional dan kepemilikan manajemen) memiliki pengaruh negatif terhadap kecurangan laporan keuangan dan manajemen laba. Berdasarkan ACFE (Association of Certified Fraud Examiners), Indonesia menduduki peringkat kedua dan Malaysia menduduki peringkat keempat di Asia Tenggara dalam hal kecurangan korporasi. Tata kelola pada negara dengan sistem two-tier board semestinya lebih baik daripada negara dengan sistem one-tier board. Indonesia dengan sistem two-tier board justru memiliki tingkat kecurangan laporan keuangan dan manajemen laba lebih besar dari pada di Malaysia yang menganut sistem one-tier board. Sistem pengendalian internal dan pengawasan perusahaan perlu ditingkatkan untuk mengurangi kecurangan dan perilaku oportunistik oleh pihak dalam (internal) maupun pihak luar (eksternal).
Cite
CITATION STYLE
Wati, Y., Irman, M., & Suharti. (2023). Kepemilikan Perusahaan, Manajemen Laba, dan Kecurangan Laporan Keuangan di Indonesia dan Malaysia. Jurnal Akuntansi Keuangan Dan Bisnis, 16(1), 79–89. https://doi.org/10.35143/jakb.v16i1.5852
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.