Abstract
Latar Belakang: Konsumsi minuman manis atau Sugar-Sweetened Beverages (SSB) merupakan kebiasaan yang umum dilakukan masyarakat dengan anggapan bahwa minuman SSB sebagai minuman masyarakat atau social drink. Tingkat konsumsi SSB pada wanita usia produktif dapat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan dan sikap dalam mengonsumsi SSB. Apabila pengetahuan dan sikap positif terhadap konsumsi SBB dan kesehatan maka seseorang akan mencermati kualitas dan kuantitas makan dan minuman yang dikonsumsi. Kontrol glikemik diperlukan dalam mengontrol kadar glukosa darah berdasarkan diet yang meliputi jenis dan jumlah makanan dan minuman yang dikonsumsi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan pengetahuan dan sikap dengan konsumsi Sugar-Sweetened Beverages (SSB) pada wanita usia produktif di Kota Surabaya. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan design penelitian cross sectional. Sampel penelitian terdiri dari 125 responden wanita usia produktif berusia 18-30 tahun yang diambil dengan teknik pengambilan sampel bebas (accidental sampling). Pengumpulan data terdiri dari karakteristik responden yaitu umur, pendidikan, pendidikan, kuesioner pengetahuan responden terkait konsumsi SSB, kuesioner sikap dalam konsumsi SSB, dan SQ-FFQ (Semi Quantitative-Food Frequency Questionnare). Data yang dikumpulkan dianalisis dengan analisis statistik uji Chi-Square untuk menguji hubungan antara variabel independent dan variabel dependent dengan signifikansi kepercayaan 95% (α=0,05). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan (p=0,504) dan sikap (p=0,332) dengan konsumsi Sugar-Sweetened Beverages (SSB). Kesimpulan: Responden wanita usia produktif memiliki pengetahuan baik, sikap positif terhadap konsumsi Sugar-Sweetened Beverages (SSB), mengonsumsi SSB dalam jumlah yang rendah (<2x per minggu), rata-rata konsumsi energi total/hari dan rata-rata konsumsi gula/hari dari konsumsi SSB telah sesuai dengan rekomendasi. Namun, beberapa responden dengan pengetahuan dan sikap positif masih mengonsumsi SSB dalam jumlah tinggi. Pengetahuan dan sikap belum tentu menjadi faktor utama yang memberikan pengaruh terhadap konsumsi SSB. Faktor determinan pemilihan makanan dan minuman dapat diteliti lebih lanjut untuk mengetahui faktor-faktor pendukung konsumsi SSB.
Cite
CITATION STYLE
Setyanurlia, A. R., & Sumarmi, S. (2024). Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Konsumsi Sugar-Sweetened Beverages pada Wanita Usia Produktif. Media Gizi Kesmas, 13(1), 67–74. https://doi.org/10.20473/mgk.v13i1.2024.67-74
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.