TEATER TARI PUSEUR SANCANG PANGIRUTAN, PERTAHANAN BUDAYA DAN EDUEKOLOGI

  • Dwimarwati R
  • Suparli L
  • Mulyati E
N/ACitations
Citations of this article
15Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Artikel ilmiah ini memaparkan penelitian dan penciptaan karya seni berupa alihwahana dari satu karya ke karya lainnya. Tradisi Lisan Mitos Karang Paranje di Desa Karyasari menjadi sumber penciptaan. Tradisi lisan Mitos Karang Paranje merupakan salah satu aset budaya yang harus dijaga dan dilestarikan. Terdapat cerita sejarah dari seni tradisi tersebut, salah satunya terkandung nilai-nilai penghormatan terhadap leluhur dan lingkungan alam. Metode yang dipakai adalah Metode Pavis. Tahapan implementasi dilakukan mulai dari konkretisasi ide, konkretisasi tekstual, kontretisasi dramaturgi, konkretisasi pemanggungan, dan konkretisasi persepsi target. Hasil dari penelitian dan penciptaan karya seni berupa ertunjukan teater tari berjudul “Puseur Sancang Pangirutan”. Penceritaan dan konflik berkaitan dengan adanya upaya perusakan alam dan pencegahannya. Pertunjukan teater tari “Puseur Sancang Pangirutan” bermanfaat bagi Desa Karyasari sebagai penguatan atraksi destinasi/penguatan potensi pemajuan kebudayaan dan bentuk edukasi kepada masyarakat berkaitan dengan pemeliharaan alam (konservasi alam). Kata Kunci: alihwahana, tradisi-lisan, karya seni, teater-tari, konkretisasi

Cite

CITATION STYLE

APA

Dwimarwati, R., Suparli, L., & Mulyati, E. (2023). TEATER TARI PUSEUR SANCANG PANGIRUTAN, PERTAHANAN BUDAYA DAN EDUEKOLOGI. Panggung, 33(3). https://doi.org/10.26742/panggung.v33i3.2728

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free