Studi Awal Pengaruh Perubahan Iklim Terhadap Perkerasan Kaku Di Atas Tanah Lempung Ekspansif

  • Haryanto I
  • Utomo H
N/ACitations
Citations of this article
29Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Perubahan iklim berpotensi merusak infrastruktur termasuk struktur perkerasan kaku. Perkerasan yang dibangun pada tanah dasar tanah eskpansif rentan terhadap kerusakan, termasuk pumping. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi dampak perubahan iklim terhadap struktur perkerasan kaku. Data suhu udara dan curah hujan tahunan rerata di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta adalah 26,71C dan 200,13 mm. Proyeksi perubahan iklim Bank Dunia menyebutkan bahwa pada periode 2080-an suhu udara meningkat 0,3C per dekade dan curah hujan tahunan rerata menurun 15%. Metode yang digunakan adalah Thornthwaite Moisture Index (TMI) (sebagai indikator penciri iklim) dan metode empiris untuk menghitung jumlah kerusakan level 3 (parah) akibat pumping. Lima tipe perkerasan kaku yang terdapat dalam Manual Desain Perkerasan (MDP) 2017 dipelajari sebagai obyek studi. Beberapa hasil studi adalah sebagai berikut. Perubahan TMI pada tahun 1976, 2016, 2019, dan 2080-an adalah 36,8; 48,07; 6,71; dan 57,54. Pumping index sebesar = 134 in3 per in length dapat menghasilkan variasi void depths > 5 cm, sehingga perkerasan kaku dapat mengalami kehilangan dukungan (loss of support). Perubahan iklim meningkatkan pumping perkerasan kaku tanpa tulangan antara 1832%. Lima tipe perkerasan kaku yang terdapat MDP 2017 memiliki pumping index kurang dari 134 in3 per in length, sehingga perubahan iklim diperkirakan tidak mengakibatkan tipikal perkerasan kaku standar di Indonesia mengalami kehilangan dukungan (loss of support). Perkerasan kaku tanpa tulangan terindikasi lebih mudah mengalami pumping erosion akibat perubahan iklim daripada perkerasan kaku dengan tulangan

Cite

CITATION STYLE

APA

Haryanto, I., & Utomo, H. B. (2022). Studi Awal Pengaruh Perubahan Iklim Terhadap Perkerasan Kaku Di Atas Tanah Lempung Ekspansif. Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand), 18(3), 165–177. https://doi.org/10.25077/jrs.18.3.165-177.2022

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free