Faktor Risiko Kejadian Stunting pada Balita di Negara Berkembang

  • Falmuariat Q
  • Febrianti T
  • Mustakim M
N/ACitations
Citations of this article
266Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pendahuluan: Stunting pada balita merupakan salah satu masalah gizi di dunia, khususnya di negara berkembang. Sebanyak 21,3% atau sekitar 144 juta balita di dunia mengalami stunting, lebih dari setengah balita stunting di dunia berasal dari Asia dan lebih dari dua per lima tinggal di Afrika. Stunting menjadi ancaman serius terhadap keberadaan anak-anak sebagai generasi penerus suatu bangsa. Tujuan: Penelitian ini menganalisis faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di negara berkembang menggunakan systematic literature review dan meta-analysis. Metode; Penelusuran literatur menggunakan portal jurnal online yaitu ProQuest, PubMed dan Garuda. Jurnal yang digunakan dalam penelitian ini merupakan jurnal bereputasi maksimal Q2 dan sinta 2, dalam rentang waktu 2010-2020, dengan design studi cross sectional dan cased control. Hasil: Berdasarkan hasil penelusuran didapatkan tujuh literatur yang dilakukan systematic literature review. Kesimpulan: Hasil meta-analysis faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di negara berkembang yaitu berat badan lahir dan ASI eksklusif

Cite

CITATION STYLE

APA

Falmuariat, Q., Febrianti, T., & Mustakim, M. (2022). Faktor Risiko Kejadian Stunting pada Balita di Negara Berkembang. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 308–315. https://doi.org/10.35816/jiskh.v11i2.758

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free