Hubungan antara Kesehatan Gigi dan Mulut dan Upaya Rehabilitasi Prostodonsia pada Lanjut Usia

  • Tjahjanti M
N/ACitations
Citations of this article
14Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Latar belakang. Peningkatan populasi lanjut usia berdampak pada status kesehatan gigi dan mulut dan pelayanannya termasuk pelayanan rehabilitasi prostodonsia. Tujuan. Untuk mengetahui hubungan antara kesehatan gigi mulut dan upaya rehabilitasi prostodonsia pada lanjut usia. Metode penelitian. Seratus duapuluh sampel lanjut usia dipilih dengan ciri: umur > 60 tahun, tahapan keluarga sejahtera II dan III, gigi kurang 20, pendidikan minimal SD atau SR, dilakukan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut dan diberi angket. Pemeriksaan kesehatn gigi dan mulut untuk mengetahui: jumlah gigi tinggal dengan cara menghitung berdasarkan 32 – gigi missing, kebersihan mulut dengan Oral Hygiene Indek-S, kesehatan jaringan periodontal dengan indeks Russel, pemakaian gigi tiruan dan kebutuhan gigi tiruan dengan observasi. Angket merupakan skala sikap dibuat berdasarkan skala Likert yang dimodifikasi untuk mengetahui tingkat upaya rehabilitasi prostodonsia pada lanjut usia. Angket berisi 5 aspek rehabilitasi yaitu aspek pengunyahan, estetis, bicara, kenyamanan, dan pelestarian jaringan. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis regresi berganda. Hasil. Terdapat hubungan positif sangat bermakna antara kesehatan gigi dan mulut dan upaya rehabilitasi prostodonsia pada lanjut usia (R= 0,497, F= 7,492, p<0,01). Kesimpulan penelitian. Ada hubungan positif antara kesehatan gigi dan mulut dan upaya rehabilitasi prostodonsia pada lanjut usia. Background. Increase in elderly population have impact to oral and dental health and dental services included prostodontic rehabilitation services. Purpose. The purpose of this research was to investigate the correlation between oral and dental health and prostodontic rehabilitation effort of elderly. Methods. One hundred and twenty elderly people were selected sample with criteria: more than 60 years old, the prosperous family stage II and III, have teeth less than 20 and minimum education is elementary school. The research was taken by oral and dental examination and questionnaire. The oral and dental examination were: remaining dentition (31 minus missing teeth), oral hygiene status (OHI-S), periodontal status (Russel periodontal index), denture wearing and denture’s need. A modification Likert scale questionnare was used to measure the prostodontic rehablitation effort level. The data were analyzed statistically by multiple regression. Result. The result showed there was a significant positive correlation between oral and dental health and prostodontic rehabilitation effort (R= 0,497, F= 0,7492, <0,01). Conclusion. There was a positive correlation between oral and dental health and prosthodontic rehabilitation effort of the elderly.

Cite

CITATION STYLE

APA

Tjahjanti, M. Th. E. (2016). Hubungan antara Kesehatan Gigi dan Mulut dan Upaya Rehabilitasi Prostodonsia pada Lanjut Usia. Majalah Kedokteran Gigi Indonesia, 19(1), 141. https://doi.org/10.22146/majkedgiind.15400

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free