Praksis Filantropi Mewujudkan Eudaimonia (Menelaah Budaya Kumpul Kope Orang Manggarai dalam Terang Filsafat Pengakuan Axel Honneth)

  • Agu E
  • Pandor P
N/ACitations
Citations of this article
12Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Fokus tulisan ini ialah menelaah nilai praksis kumpul kope sebagai salah satu local wisdom orang Manggarai. Praksis filantropi kumpul kope menjadi indikatif dalam mewujudkan eudaimonia. Guna menemukan nilai dan makna yang terkandung dalam praksis kumpul kope penulis menggunakan metode kualitatif dengan merujuk pada penelitian kepustakaan, khususnya filsafat mutual recognition Axel Honneth. Dialog praksis kumpul kope dengan pemikiran Axel Honneth memunculkan nilai-nilai seperti persaudaraan, kekeluargaan, sosialitas, solidaritas dan kemanusiaan. Juga kaya akan makna-makna, Pertama, kumpul kope sebagai aksis filantropi untuk mewujudkan eudaimonia. Kedua, kumpul kope sebagai ungkapan lahiriah dari pengakuan. Ketiga, kumpul kope mengungkapkan martabat manusia. Selain makna, juga ditemukan nilai-nilai seperti; kekeluargaan, persaudaraan, sosialitas, solidaritas dan kemanusiaan. Manusia mengungkapkan kemanusiaan hanya dalam semangat saling mengakui (mutual recognition).

Cite

CITATION STYLE

APA

Agu, E., & Pandor, P. (2024). Praksis Filantropi Mewujudkan Eudaimonia (Menelaah Budaya Kumpul Kope Orang Manggarai dalam Terang Filsafat Pengakuan Axel Honneth). Jurnal Filsafat Indonesia, 7(1), 180–191. https://doi.org/10.23887/jfi.v7i1.69687

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free