MEMBANGUN AKTUALIASI PEMBELAJARAN DENGAN TEORI KECERDASAN MAJEMUK

  • Holili H
N/ACitations
Citations of this article
52Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Kecerdasan atau intelejensi seseorang ada atau dibawa sejak dia dilahirkan. Akan tetapi perkembangan intelegensi itu didapatkan seseorang seiring perkembangannya dalam kehidupan. Inteligensi atau kecerdasan selama ini sering diartikan sebagai kemampuan memahami sesuatu dan kemampuan berpendapat, di mana  semakin cerdas seseorang maka semakin cepat ia memahami suatu permasalahan dan semakin cepat pula mengambil langkah penyelesaiannya Dalam hal ini, kecerdasan dipahami sebagai kemampuan intelektual yang  lebih menekankan logika dalam memecahkan masalah. Kecerdasan seseorang biasanya diukur melalui tes  Intelligence Quotient  (IQ)  Pada tulisanini dipaparkan Tentang teori belajar pada segmentasi teori kecerdasan majmuk yang di lontarkan oleh Howard Gardner untuk menunjukkan bahwa pada dasarnya manusia itu memilik banyak kecerdasan, tidak hanya sebatas IQ seperti yang dikenal selama ini.  Menurut Gardner, sedikitnya ada sembilan kecerdasan yang dimiliki oleh manusia yaitu kecerdasan linguistik, matematis-logis, ruang-visual (spasial), kinestetik-badani, musikal, interpersonal, dan intrapersonal,  naturalis  dan  kecerdasan eksistensial.

Cite

CITATION STYLE

APA

Holili, H. (2018). MEMBANGUN AKTUALIASI PEMBELAJARAN DENGAN TEORI KECERDASAN MAJEMUK. Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman, 2(2), 65–83. https://doi.org/10.35309/alinsyiroh.v2i2.3322

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free