Abstract
Dampak negatif dari revolusi hijau bagi sektor pertanian salah satunya kerusakan tanah dan meningkatnya populasi hama. Pemerintah mengeluarkan program pertanian organik dengan metode SRI dan UPPO. Kelompok Tani Silih Asih mengimplementasikan pupuk kandang yang dihasilkan dari kegiatan UPPO sebagai upaya pendekatan usahatani padi organik dengan tujuan meningkatkan kegemburan tanah sehingga produktivitas dapat meningkat dan stabil. Namun kegiatan UPPO tersebut tidak berkembang sejak tahun 2016 karena terdapat perubahan pada konsep usaha. Tujuan dari penelitian ini diantara lain: 1) Mengetahui alasan UPPO tidak berkembang, 2) Faktor apa yang mengakibatkan UPPO tidak berkembang. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif menggunakan pendekatan system thinking dan Participatory Rural Appraisal (PRA). Alat analisis yang digunakan adalah Vensim serta bagan perubahan dan kecenderungan. Hasil dari penelitian ini adalah: 1) UPPO kelompok tani Silih Asih tidak berkembang karena adanya perubahan konsep usaha yang mengakibatkan ternak tidak bertambah, 2) Faktor yang menghambat perkembangan UPPO diantaranya populasi yang berkurang atau tetap, biaya operasional yang terbatas, dan partisipasi anggota yang sedikit.
Cite
CITATION STYLE
Hendarliana, A. N., Heryanto, M. A., Natawidjaja, R. S., & Pardian, P. (2021). PERTANIAN KONVENSIONAL DAN PUPUK ORGANIK : IMPLEMENTASI PROGRAM UNIT PENGOLAH PUPUK ORGANIK (UPPO) DI KELOMPOK TANI SILIH ASIH. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis, 7(2), 1545. https://doi.org/10.25157/ma.v7i2.5490
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.