Abstract
Tabaqat merupakan kumpulan biografi tokoh berdasarkan pelapisan generasi. Pada mulanya penulisan tabaqat digunakan dalam hubungannya dengan kritik hadis, yakni kritik sanad, tetapi dalam perkembangannya penulisan tabaqat menjadi lebih luas, mencakup para ilmuwan yang tidak termasuk dalam katagori ilmu keagamaan Islam. Tabaqat dapat diklasifikasikan sesuai dengan masa dan keahlian masing-masing, seperti tabaqat para sahabat, muhadditsin, penguasa pemerintah, ilmuwan dan sebainya. Sedangkan periodisasinya menurut Harun Nasution dibagi menjadi tiga, yaitu periode klasik, pertengahan, dan modern. Dalam pembidangan ilmu agama, tabaqat dapat dikelompokkan menjadi mufassirin, muhadditsin, fukaha, dan sufi. Historiografi tabaqat sangat besar nilainya, karena dari sini dapat dihimpun banyak informasi penting. Dengan tabaqat, kehidupan intelektual suatu daerah atau wilayah pada suatu masa tertentu dapat terungkap. Pada masa sekarang tabaqat dapat menjadi sumber utama dalam melakukan penulisan sejarah intelektual, darinya akan terungkap motivasi intelektualitas seorang ulama, ideologinya, orientasi berfikirnya, dan hal-hal lain yang mendukungnya. Karya-karya mereka sangat berguna bagi kehidupan masa kini dan masa depan sebagai suri tauladan.
Cite
CITATION STYLE
Salahuddin, M. (2014). Historiografi Ulama Klasik dalam Tabaqat. KALIMAH, 12(1), 137. https://doi.org/10.21111/klm.v12i1.223
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.