Abstract
Pada masa pandemi Covid-19, gereja dibatasi aturan pemerintah untuk tidak mengadakan ibadah secara onsite tetapi diganti dengan ibadah online melalui YouTube, Zoom Meeting atau media yang lain. Tidak semua orang dapat memanfaatkan teknologi ini terutama mereka yang mempunyai keterbatasan sebagaimana dialami kaum tunanetra. Sebagai orang percaya mereka tetap harus bertumbuh dalam iman. Rumusan masalah dalam penelitian adalah bagaimana kaum tunanetra tetap bertumbuh dalam iman kepada Kristus meskipun di masa pandemi Covid-19? Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan dibarengi dengan wawancara terhadap kaum tunanetra tentang kebutuhan akan pertumbuhan iman mereka. Pertumbuhan iman bisa didapat melalui ibadah, pembacaan Alkitab. Dengan dihentikan ibadah minggu seperti biasa maka melalui pembacaan Alkitablah mereka mendapatkan pertumbuhan iman. Tetapi mereka terkendala masalah dana untuk memiliki Alkitab khusus bagi mereka. Hasil dari penelitian ini adalah kaum tunanetra membutuhkan Alkitab Braille. Penulis mendata kebutuhan Alkitab Braille dan membagikannya secara gratis sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Penulis berharap penelitian ini dapat membangkitkan kepedulian umat Kristen akan kebutuhan kaum tunanetra maupun mereka yang membutuhkan pertolongan.
Cite
CITATION STYLE
Setiawan, T., Kurniawan, A., Rachmat, R., Setiyawan, L., & Simanjuntak, F. (2021). PERTUMBUHAN IMAN KAUM TUNANETRA KEPADA KRISTUS DI MASA PANDEMI COVID-19 DI JAWA BARAT, JAKARTA DAN MEDAN. Jurnal PKM Setiadharma, 2(3), 139–150. https://doi.org/10.47457/jps.v2i3.181
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.