Abstract
Usaha peningkatan kualitas perpustakaan perguruan tinggi harus dilakukan secara terus menerus dengan mengacu pada standar perpustakaan yang diterbitkan oleh Perpustakaan Nasional RI. Kegiatan penilaian terhadap kualitas perpustakaan perguruan tinggi dapat dilakukan melalui akreditasi perpustakaan. Sertifikat terakreditasi dapat diperoleh suatu perpustakaan perguruan tinggi berdasarkan jumlah nilai tertimbang dari sembilan komponen. Komponen-komponen tersebut adalah komponen layanan, kerjasama, koleksi, pengorganisasian bahan perpustakaan, sumber daya manusia, gedung atau ruang dan sarana prasarana, anggaran, manajemen perpustakaan dan perawatan koleksi perpustakaan. Agar akreditasi perpustakaan perguruan tinggi mendapatkan hasil maksimal, pustakawan harus berperan aktif. Beberapa contoh dari peran pustakawan dalam kegiatan akreditasi perpustakaan perguruan tinggi adalah mempelajari pedoman akreditasi, menyiapkan bukti-bukti fisik, melakukan evaluasi diri, dan melakukan simulasi akreditasi.
Cite
CITATION STYLE
Khotimah, K. (2017). EKSISTENSI PUSTAKAWAN DALAM PENINGKATAN KUALITAS PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI MELALUI AKREDITASI PERPUSTAKAAN. LIBRARIA: Jurnal Perpustakaan, 4(2), 333. https://doi.org/10.21043/libraria.v4i2.1715
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.