Supplier merupakan suatu entitas dalam rantai pasok yang memegang peranan penting untuk menjaga ketersediaan bahan baku sebuah industri manufaktur. Pada bagian pengadaan, aktivitas pemilihan supplier akan mempengaruhi kinerja perusahaan dan kepuasan konsumen. Pabrik X merupakan salah satu perusahaan pembuat boneka yang menggunakan kain acrylic sebagai bahan baku utama dan memiliki 6 supplier yang dapat memasok bahan baku tersebut. Saat ini, supplier yang memasok bahan baku tidak memenuhi standar kualitas perusahaan dan sering tidak dapat memenuhi jumlah bahan baku yang diinginkan perusahaan. Pabrik X ingin menentukan ulang prioritas supplier yang memasok kain acrylic. Metode yang digunakan dalam pengambilan keputusan adalah Analytic Network Process. Penelitian ini dimulai dengan wawancara dan penyebaran kuesioner dalam penentuan kriteria dan sub-kriteria. Proses pengolahan data menggunakan software Superdecisions yang telah divalidasi. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa jumlah kriteria tidak mengalami perubahan yaitu 5 kriteria dengan urutan kualitas, harga, pelayanan, pengiriman, dan respon dengan bobot berturut sebesar 0,309; 0,254; 0,226; 0,152; dan 0,057. Jumlah sub-kriteria bertambah dari 10 subkriteria menjadi 16 sub-kriteria dengan urutan yang memiliki pengaruh yang besar adalah kualitas bahan baku, kecepatan menanggapi pesanan, kemampuan memenuhi pesanan, moda pengiriman, dan harga bahan baku. Prioritas utama supplier mengalami perubahan menjadi PT QLL.
CITATION STYLE
Djingga, C., & Heryanto, R. M. (2021). Penentuan Prioritas Supplier Bahan Baku di Pabrik Boneka X Menggunakan Analytic Network Process. Go-Integratif : Jurnal Teknik Sistem Dan Industri, 2(01), 37–49. https://doi.org/10.35261/gijtsi.v2i01.5189
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.