PENGARUH LAMA DUDUK TERHADAP KEJADIAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA TUKANG JAHIT DI KOTA PAREPARE

  • Devi Triana
  • Henni Kumaladewi Hengky
  • Ayu Dwi Putri Rusman
N/ACitations
Citations of this article
53Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Nyeri punggung bawah merupakan penyakit nomor dua pada manusia setelah influenza . Data untuk jumlah penderita NPB di Indonesia belum diketahui secara pasti, namun diperkirakan penderita NPB di Indonesia bervariasi antara 7,6% sampai 37% dari jumlah penduduk yang ada di Indonesia. Nyeri punggung bawah merupakan rasa nyeri, ngilu, pegal yang terjadi di daerah punggung bagian bawah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh usia, lama duduk, masa kerja, jam kerja, terhadap nyeri punggung bawah pada tukang jahit di Kota Parepare. Metode yang digunakan adalah metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional study dengan jumlah sampel 38 responden. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah Total Sampling menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji chi-square. Hasil analisis uji statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia (0,461), lama duduk (0,203), masa kerja (0,252), dan jam kerja (0,328) dengan kejadian penyakit nyeri punggung bawah pada tukang jahit.

Cite

CITATION STYLE

APA

Devi Triana, Henni Kumaladewi Hengky, & Ayu Dwi Putri Rusman. (2022). PENGARUH LAMA DUDUK TERHADAP KEJADIAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA TUKANG JAHIT DI KOTA PAREPARE. Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan, 5(2), 208–216. https://doi.org/10.31850/makes.v6i2.915

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free