Abstract
Kejadian diabetes mellitus di Indonesia 7,6 juta jiwa penderita diabetes mellitus , Sumatera Barat urutan ke 3 yaitu 1,5% dan 0,4%. dari survei awal pada RW 1X dan X Kelurahan Surau Gadang didapatkan 8 dari 10 lansia menderita diabetes mellitus. Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan kejadian diabetes mellitus pada lansia. Jenis penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional . Penelitian di Posyandu Lansia RW 1X dan X Kelurahan Surau Gadang bulan Mei sampai Agustus 2015. Pengumpulan data tanggal 30 Juli sampai 06 Agustus 2015. Populasi berjumlah 78 lansia dan teknik pengambilan sampel total sampling . Penelitian menggunakan kuesioner dengan cara wawancara. Pengolahan data dilakukan dengan komputerisasi. Analisa data digunakan yaitu analisis univariat dan bivariat . Hasil penelitian menunjukkan bahwa (57,7%) lansia mengalami diabetes mellitus , (52,6%) faktor genetik, (53,8%) pola makan tidak teratur, (59%). Uji Chi-Square disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara faktor genetik (p = 0,000) pola makan (p = 0,000). Diharapkan dapat menjadi masukan bagi kader – kader kesehatan mengenai pentingnya faktor- faktor yang berhubungan dengan kejadian diabetes mellitus pada lansia. Pencegahan diabetes mellitus dapat dilakukan dengan meningkatkan pengetahuan lansia dengan memberikan penyuluhan dan memperbaiki pola makan. Kata Kunci : Diabetes mellitus , faktor genetik, pola makan.
Cite
CITATION STYLE
Rita, N. (2018). Hubungan Faktor Genetik dan Pola Makan dengan Kejadian Diabetes Mellitus pada Lansia. Jurnal Kesehatan Medika Saintika, 9(1), 59. https://doi.org/10.30633/jkms.v9i1.128
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.