Abstract
Distress merupakan efek negatif selama rawat inap pada anak. Prosedur invasif, kecemasan perpisahan dan nyeri yang menyebabkan penderitaan anak yang cukup besar. Prosedur invasif selama rawat inap terus membuat stres, prosedur intrusif seperti pungsi vena dipahami dengan baik sebagai peristiwa stres bagi anak-anak. Penatalaksanaan nyeri dilakukan secara farmakologi dan non farmakologi. Stimulasi kutaneus merupakan terapi non farmakologis untuk mengurangi nyeri terkait pungsi vena dan dapat dilakukan oleh perawat. Iee kubus adalah stimulasi kutaneus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian es batu sebelum dilakukan pungsi vena terhadap respon nyeri pada anak usia prasekolah. Penelitian ini merupakan quasi eksperimen dengan nonequivalent control group after only design. Subjek penelitian ini adalah 64 anak prasekolah yang dipilih secara purposive sampling. Dua kelompok dipilih untuk penelitian ini: 32 kelompok uji dan 32 kelompok kontrol. Respon nyeri diukur dengan menggunakan Wong Baker Faces Pain Seale dan faktor confonding diukur dengan kuesioner Setelah uji homogenitas penelitian ini dianalisis dengan chi square. /pet Vinc Hasil penelitian menunjukkan bahwa tee cube mengurangi nyeri pada anak usia prasekolah yang dilakukan pungsi vena, 83,3% nyeri ringan dengan teecube dan 16,7%. nyeri ringan tanpa icecubeonp 001,a<0,0S. Es batu efisien dan efektif untuk stimulasi kutaneus Perawat anak dapat menerapkan es batu untuk perawatan trauma pada prosedur pungsi vena Jenis kelamin, etnis, anggota keluarga yang hadir, dan pengalaman anak melakukan Efek panas meredakan nyeri pada anak, Ketakutan anak berpengaruh signifikan terhadap penghilang nyeri pada anak usia prasekolah Distress merupakan efek negatif selama rawat inap pada anak. Prosedur invasif, kecemasan perpisahan dan nyeri yang menyebabkan penderitaan anak yang cukup besar. Prosedur invasif selama rawat inap terus membuat stres, prosedur intrusif seperti pungsi vena dipahami dengan baik sebagai peristiwa stres bagi anak-anak. Penatalaksanaan nyeri dilakukan secara farmakologi dan non farmakologi. Stimulasi kutaneus merupakan terapi non farmakologis untuk mengurangi nyeri terkait pungsi vena dan dapat dilakukan oleh perawat. Iee kubus adalah stimulasi kutaneus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian es batu sebelum dilakukan pungsi vena terhadap respon nyeri pada anak usia prasekolah. Penelitian ini merupakan quasi eksperimen dengan nonequivalent control group after only design. Subjek penelitian ini adalah 64 anak prasekolah yang dipilih secara purposive sampling. Dua kelompok dipilih untuk penelitian ini: 32 kelompok uji dan 32 kelompok kontrol. Respon nyeri diukur dengan menggunakan Wong Baker Faces Pain Seale dan faktor confonding diukur dengan kuesioner Setelah uji homogenitas penelitian ini dianalisis dengan chi square. /pet Vinc Hasil penelitian menunjukkan bahwa tee cube mengurangi nyeri pada anak usia prasekolah yang dilakukan pungsi vena, 83,3% nyeri ringan dengan teecube dan 16,7%. nyeri ringan tanpa icecubeonp 001,a<0,0S. Es batu efisien dan efektif untuk stimulasi kutaneus Perawat anak dapat menerapkan es batu untuk perawatan trauma pada prosedur pungsi vena Jenis kelamin, etnis, anggota keluarga yang hadir, dan pengalaman anak melakukan Efek panas meredakan nyeri pada anak, Ketakutan anak berpengaruh signifikan terhadap penghilang nyeri pada anak usia prasekolah.
Cite
CITATION STYLE
Sulistiyani, E. (2016). Pengaruh Pemberian Kompres Es Batu Terhadap Penurunan Tingkat Nyeri Pada Anak Usia Pra Sekolah yang Dilakukan Prosedur Pemasangan Infus di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta. PrimA : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan, 1(1). https://doi.org/10.47506/jpri.v1i1.15
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.